Kompasiana
Jumat, 10 Pebruari 2012

Sosbud

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Amalludin

Saya Ketua RT sejak usia 24 tahun s.d. sekarang,membawahi +-400 jiwa,pendidikan ,bekerja,keahlian organisasi,HUMOR,menolong janda muda..kalau ada yang mau nyumbang boleh ke erte_011@yahoo.co.id

Sudahkah Jujur dengan Pasangan?

OPINI | 12 March 2010 | 17:09 277 8 1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik

Kejujuran memang sangat diperlukan dalam hubungan  pasangan suami Istri,terkadang Suami mempunyai selingkuhan atau sebaliknya,terkadang dapat uang diam-daim atau dibuat untuk pribadi daripada keluarga.Kata Pepatah :Sepandai-pandainya bankai ditutup,pasti baunya akan tercium juga.”

Dan akibatnya tidak ada keterbukaan,sehingga muncul Konflik yang akan terus berkembang dikehidupan Rumah tangga itu.

Dan  hati yang jujur menghasilkan tindakan-tindakan yang jujur. Dan kejujuran hanya menyakitkan bagi dia yang telah mengabaikannya.

kalau kita bisa berkata :”Musuh utama kejujuran bukanlah kebohongan. Melainkan kepura-puraan. Baik pura-pura jujur atau pura-pura berbohong.” Berpura-pura kita akan mengingkari kedua hal, baik itu kejujuran maupun kebohongan. Saat melakukan dan terus masuk ke dunia kepura-puraan, maka kita tidak sadar bahwa itu adalah pura-puraan.

Ada beberapa cara untuk melihat apakah Pasangan Kita dalam pura-puraan menurut survey :

1. Bisa dilihat Bahasa tubuh Dengan mengamati bahasa tubuh pasangan sewaktu ia berbicara, anda akan mengetahui apa ia jujur atau tidak antara lain, gugup ketika bicara, berkeringat, tidak tenang saat berbicara.

2. Bisa dilihat Kontak mata sewaktu berbicara. Tataplah matanya sewaktu berbicara sehingga anda akan tahu ia jujur atau berbohong. Orang yg sedang berbohong pasti tidak tahan bila ditatap matanya. Jika anda menemui adanya kebohongan dalam hubungan, janganlah panik. Memang kejujuran akan sukar sekali dibangun kembali bila anda pernah tidak jujur.

3. Berubah drastis sikap pasangan yang memang sudah biasa dilakukan baik dari segi waktu ataupun hal-hal yang kecil.

Untuk itu kita bukan mencari masalah tapi intropeksi diri apakah kita sudah melakukan yang terbaik untuk pasangan kita.

Suami mencari nafkah banting tulang untu siapa?ya Untuk Anak dan Istri tercinta.

Istri mengurus anak,masak dirumah untuk siapa?untuk kebaghagian suami tercinta.

Untuk itu tidak ada masalah yang tidak dapat diselsaikan.Komunikasi mahal harganya dalam mahligai rumah tangga begitu juga Kejujuran.

Semoga bermanfaat.


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User



SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012