

Jadilah lelaki yang pantang menangis ketika dalam penderitaan. Tetapi menangislah ketika ada penderitaan disekitarmu !
Tags: lelaki, menangislah

Kalaupun menangis, sebaiknya cukup diketahui antara yang bersangkutan dengan Tuhan nya.
+1
-1

setuju sekali lelaki pantang menangis tetapi lelaki juga punya hati nurani pada saat melihat penderitaan orang lain dia hayati kehidupan orang yg tertimpa musibah hatinyapun turut menangis karena hati nya masih hidup belum mati, berbahagialah lelaki yang mempunyai hati yang hidup dan tidak keras seperti batu, selamat penulis hati anda masih hidup
+1
-1

nyanyi dulu dong “aku bukanlah superman, aku juga bisa nangis”
+1
-1

menangis itu manusiawi, di dalamnya menyimpan kandunganyang indah, namanya ZAt PLONG, kalau sudah nangis, rassanya PLONG! ![]()
+1
-1

Bung bintang, ya sangat manusiawi sekali, tak perlu diperlihatkan
+1
-1

Selamat pagi mbak deasy! Belum nangis kan?
+1
-1

Baik buat kesehatan… Tapi dirasa-rasa semakin tambah usia berkurang volume air mata ini. Paling ‘mbebes mili’ saja…apa karena hati yang lebih banyak menangis ya oom
+1
-1

Bung EP mungkin dengan bertambahnya usia , jadi lebih bijak menanggapi ya
+1
-1

Betul, Bang.
Menangis mah ungkapan rasa, kalau merengek-rengek baru itu dipertanyakan kelelakiannya.
+1
-1

Jadilah lelaki yang bisa menangis ketika melihat penderitaan orang lain …… sepakat….
+1
-1

belum baca tulisan….sdh bikin ketawa lihat gambar itu Pak Kate……lucu n’ gemesin banget sih…..hhehehe
+1
-1

tulisan yg menarik, mungkin itu merupakan antitesis dari tulisan saya: http://ekstra.kompasiana.com/group/fiksi/2010/03/10/seorang-lelaki-tidak-boleh-menangis/ yg juga pernah anda komentari. Kenapa menarik? Karena tulisan tsb mendorong pembaca utk bergerak pd irama yg “tidak seragam”. Sayangnya, tulisan saya berbentuk puisi yg menurut saya, bisa dipahami jika membacanya dgn hati, bukan dgn mata semata. Karena hal tsb, banyak pembaca yg terjebak melihat judul, bukan esensi yg mesti ditangkap dari sebuah puisi.
Berkaitan dgn tulisan anda, mnrt saya terdapat sedikit kerancuan dlm penjabarannya. Sebelumnya harus dipahami bhw menangis adlh anugerah yg diterima dan melekat pd manusia sejak lahir sebagai bagian dr emosi dan terkontrol dgn syaraf2 yg terhubung di otak. Kerancuan terjadi ketika anda mengeliminir peran hati (perasaan) hanya pd faktor “menangis”. Baca: (Akhirnya menjadi rela untuk tidak manusiawi lagi , perasaan jadi tidak gampang tersentuh . Menjadi tidak peka dengan keadaan sekitar . Menganggap apa yang terjadi adalah seharusnya.). Orang yg tidak mengangis, tidak sama artinya dengan orang yang tidak punya perasaan. Maaf jika salah, mohon pencerahan. Salam!
+1
-1
terimakasih bung ragil atas apresiasinya, untuk tulisan ini, memang terinspirasi pada tulisan anda, tetapi saya juga punya teman yang memang demikian, dia akan menertawakan bila ada lelaki yang menangis. Maaf atas kalimat diatas, saya tidak berani mengatakan semuanya demikian tetap[i saya memang menemukan orang yang bisa demikian. salam
+1
-1

Sejak terlahir ke dunia ini, kita telah menangis … dan akan terus menangis sebelum kita menyadari arti sebuah kehidupan ![]()
+1
-1

menangisi tulisan ini gara2 tulisannya jelek yah???? hahahha
+1
-1

Saya menangisi tulisan itu, menyentuh hati ini betapa diantara kita masih ada yg sebaliknya mengais dan tertawa diatas penderitaan org lain. Ya Tuhan ampunilah mereka…
+1
-1
menangisnya sambil menyelam, mengaburkan sedikit banyaknya airmata sebagaimana mengaburkan kepura-puraan dan kebenaran, barangkali itu perilaku yg banyak terjadi ya? he he he ..
+1
-1

saya diajarkan utk tidak menangis dalam menghadapi kerasnya hidup seberapapun menderitanya kita.
tapi saya juga diajarkan menangis utk penderitaan org lain.
salah satu pesan yg bapak saya tinggalkan adalah:
“tak ada yg bisa menolong dirimu sendiri kecuali kamu, tapi tolonglah selalu org lain yg membutuhkan pertolongan!”
salam menangis kebaikan kawan…
+1
-1
inti yang ingin saya sampaikan adalah demikian bung sableng
salam airmata
+1
-1
Guest User