
JIL (Jaringan Islam Liberal)adalah Pandangan Islam Liberal mendasarkan diri pada gagasan tentang kebenaran (dalam penafsiran keagamaan) sebagai sesuatu yang relatif, sebab sebuah penafsiran adalah kegiatan manusiawi yang terkungkung oleh konteks tertentu; terbuka, sebab setiap bentuk penafsiran mengandung kemungkinan salah, selain kemungkinan benar; plural, sebab penafsiran keagamaan, dalam satu dan lain cara, adalah cerminan dari kebutuhan seorang penafsir di suatu masa dan ruang yang terus berubah-ubah.
Memang sungguh aneh JIL ini menerapkan dengan logika sebagai acuan ajarannya:seperti dalam ulang tahunnya,Pentolan JIL Ulil Abshar Abdalla membuat penghinaan terhadap Al-qur’an dan Assunah.
Si Ulil menyatakan, Al-Qur’an dan Sunnah harus dipahami ulang jika keadaan berubah. Karena itu bagi Ulil, adanya keyakinan bahwa teks Qur’an dan Sunnah yang dipandang sebagai ”penghenti perbincangan” dan ”palu” terakhir dalam memutuskan segala persoalan adalah hal yang tidak sehat bagi kehidupan beragama.
selain itu dia juga mengungkapkan dalam pidatonya bahwa ”jika hukum-hukum agama dipandang sebagai ketentuan yang telah selesai dan tidak boleh diutak-atik, maka kita akan dihadapkan pada jalan buntu, pada dead-end.”
Pidato Ulil Abshar Abdalla dalam rangka memperingati ulang tahun Jaringan Islam Liberal (JIL) tersebut bisa jadi awal dari kebangkitan kelompok pengasong paham Sepilis (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme) pasca meninggalnya Gus Dur yang menyebabkan kelompok Sepilis seperti anak ayam kehilangan induknya. Tak tertutup kemungkinan, Ulil yang juga dikenal sebagai pembela kelompok sesat, akan diplot oleh kelompok liberal untuk menggantikan posisi Gus Dur. Apalagi, Ulil berusaha terus agar dirinya bisa menduduki tampuk kepemimpinan nomor satu di Nahdlatul Ulama.dengan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum NU.
Kegilaan Ulil ini tidak sesuai dengan Al-qur’an
Dalam Surat Al An’am ayat 153 menyatakan “Dan sesungguhnya ini (Al Qur’an) adalah jalanKu yang benar maka ikutilah, dan janganlah mengikuti setiap jalan, maka akan tersesat kamu sekalian dari jalan Alloh” dan Al-Qur’an Surat Azzuhruf ayat 43“Maka berpegang teguhlah dengan apa-apa yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad), sesungguhnya engkauberada di jalan yang benar” Rosullulloh bersabda : “Aku(Nabi)telah meninggalkan kepada kamu sekalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat (pasti benarnya) selagi berpegang teguh pada keduanya. Yaitu Kitabillah (Al Qur’an) dan sunah Nabi (Al Hadist)”. Hadist Bukhori dari Aisyah : “Barang siapa yang memperbaharui perkara di dalam perkara agamaKu ini dengan sesuatu yang tidak ada di dalam perkara agama (tidak ada contoh/perintah dalam AlQur’an dan Al Hadist) maka orang tersebut ditolak amalannya”. Oleh sebab itu si Ulil ini termasuk Menghina kesucian Al-quran dan ia Sesat dalam pandangan Al-quran ,karena tidak mengikuti jalan Al-quran dan berpegang teguh kepada Assunah karena mau membuat jalan sendiri yaitu jalan yang salah.
Bulan Februari adalah bulan cinta dan kasih sayang. Begitu kurang lebih yang dirayakan banyak orang,
