Alfonsina Storni (29 Mei 1892 – 25 Oktober 1938) adalah seorang penyair feminis dari Argentina, salah satu penyair modern yang berpengaruh di Amerika Latin. Kisah hidupnya dipenuhi pergulatan dan kesedihan, bekerja keras dari kecil untuk membantu keuangan keluarganya. Alfonsina adalah anak ketiga dari empat bersaudara yang lahir di Capriasca, Swiss, ketika keluarga itu berlibur karena kesehatan ayahnya memburuk. Pada awalnya kehidupan ekonomi keluarganya dengan bisnis produksi minuman soda sendiri termasuk baik, tapi memburuk seiring dengan ayahnya menjadi seorang alkoholik. Situasi terus memburuk karena bangkrutnya usaha keluarga. Dengan kematian ayahnya di tahun 1906, Alfonsina ikut membantu keuangan keluarganya, pada umur 14 tahun, Alfonsina malah sempat menjadi anggota teater keliling selama setahun, juga melakukan berbagai pekerjaan lainnya untuk menunjang keluarga dan membayar biaya pendidikannya. Alfonsina pernah menjadi penjahit, pelayan, dan kasir di berbagai tempat.
Pada umur sebelas tahun Alfonsina sudah mulai menulis. Ia kemudian disekolahkan di Coronda, Argentina, mengambil sekolah guru di Normal School. Selama hidup disana, Alfonsina jatuh cinta dan menjalin hubungan asmara pada seorang wartawan koran sekaligus pegawai propinsi, yang sayangnya telah berkeluarga. Dia lari ke Buenos Aeros untuk menyelamatkan reputasi pria itu dan untuk secara diam-diam melahirkan seorang putra pada umur 20 tahun, Alejandro, hasil hubungan asmara mereka. Sepanjang hidupnya, Alfonsina didera rasa inferioritas yaitu selalu merasa dirinya tidak menarik secara fisik, dan itu menambah kemurungan dan pesimismenya terhadap cinta, juga terhadap pria. Begitu juga kisah cintanya yang gagal dengan ayah dari Alejandro, telah menciptakan semacam trauma yang mendalam dan mempengaruhi persepsinya akan cinta dan hubungan pria-wanita. Kondisi-kondisi diatas, ditambah kehidupan keras sebagai orang tua tunggal yang membesarkan seorang putra tanpa perkawinan, kelak akan menjadi landasan feminismenya dalam menulis.
Karya pertamanya, La inquietud del rosal (”The Restlessness of the Rose”) diterbitkan pada tahun 1916. Karir kepenyairannya mulai menanjak, begitu juga keadaan keuangannya ketika ia menerima hadiah pertama Municipal Poetry Prize dan hadiah kedua pada National Literature Prize di tahun 1920 untuk bukunya yang keempat, Languidez. Ia juga mengajar sastra di Escuela Normal de Lenguas Vivas. Mulai dari sini, karya Alfonsina semakin menunjukkan warna feminis dan realisme.
Karya-karya Alfonsina sarat dengan protes akan represi pria terhadap wanita dan rasa frustasinya terhadap stereotipe wanita. Tema yang selalu jelas dalam karya-karyanya adalah tentang pergulatan perempuan dalam sebuah struktur sosial yang tidak memberikan persamaan hak. Diksinya lugas, langsung, terkadang bahkan berupa bait-bait hinaan yang ditujukan pada pria. Contohnya a.l: “Tú me quieres blanca” (Kau ingin aku suci), ia menulis, Dios te lo perdone!, “Semoga Tuhan mengampunimu!” tentang stigma keperawanan wanita di mata pria. Alfonsina juga menyebut pria sebagai “little men” (pria kecil), dalam puisinya. Dalam berbagai essainya, Alfonsina juga memperjuangkan hak-hak wanita, menghimbau pemerintah untuk memberikan hak suara dalam pemilihan umum. Alfonsina terus berkarya, dan buku-bukunya antara lain El dulce dano (”Sweet Pain,” 1918), Irremediableminte (”Irremediably,” 1919), and Languedez (”Languor,” 1920). Karya-karyanya selanjutnya tidak terlalu populer di mata pembaca dan kritikus, karena penuh dengan eksperimen bentuk dan makna yang terlalu kabur dan personal. Bagaimanapun juga, kritikus di akhir abad 20 menganggap bahwa karya-karya terakhirnya terutama Mascarilla y trébol (”Mask and trefoil”) adalah kontribusi paling penting Alfonsina bagi sastra Amerika Latin.
Di musim panas tahun 1935, Alfonsina divonis menderita kanker payudara. Operasi dilakukan, tapi kanker merambat dengan cepat. Alfonsina mulai mengalami depresi, dan tema laut menjadi sering tampil dalam puisi-puisi terakhirnya, tentang sebuah “rumah kristal di dasar laut” yang memanggilnya. Di tahun 1938 Alfonsina berkata pada putranya, Alejandro, bahwa kanker telah menyerang kerongkongannya dan ia tak mau lagi dioperasi. Pada tanggal 18 Oktober 1938, Alfonsina pergi sendiri ke Mar Del Plata, menyewa sebuah kamar di hotel kecil di pinggir pantai itu, dan menulis puisi, bermeditasi untuk mengambil nyawanya sendiri.
Pada tanggal 22 Oktober 1938, Alfonsina mengirim puisinya, Voy a Dormir (I Am Going to Sleep) ke surat kabar La Nacion. Di sore itu, Alfonsina melangkah pelan ke laut, menenggelamkan dirinya, sementara jutaan orang membaca puisi perpisahannya keesokan harinya, ketika tubuhnya ditemukan tersapu ke pinggir pantai.
Berikut satu contoh dari puisi Alfonsina Storni:
Pria Kecil, Pria Kecil
(Little, little Man)
Pria kecil, pria kecil
Bebaskan burung kenarimu yang ingin terbang.
Akulah burung kenari itu, pria kecil.
Pria kecil, biarkan aku terbang.
Dulu aku ada dalam sangkarmu, pria kecil,
Kau yang mengurungku di dalamnya.
Aku berulang-kali mengatakan “kecil, kecil” karena kau tak memahamiku
Sebagaimana kau tak akan pernah.
Akupun tak mengenalmu, tapi sementara itu,
Bukalah sangkar karena aku ingin keluar.
Pria kecil, pria kecil, aku mencintamu untuk setengah jam.
Jangan tanyakan aku lagi.
(Diterjemahkan penulis)
Daftar karya Alfonsina Storni:
Bulan Februari adalah bulan cinta dan kasih sayang. Begitu kurang lebih yang dirayakan banyak orang,
