Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Bang Asa

Penggiat media sosial, Pendiri Komunitas Facebook KATA-KATA CINTA https://www.facebook.com/Kata2Cinta tinggal di Kota Palopo, Sulawesi Selatan selengkapnya

Gila! ML Berjamaah buat Cetak Rekor Dunia

OPINI | 21 February 2010 | 01:00 Dibaca: 5874   Komentar: 105   18

diunduh dari ruanghati.com

JIKA melihat fotonya secara sepintas, boleh jadi Anda mengira  cewek-cewek tersebut sedang melakukan senam massal. Demikian pula dengan saya. Akan tetapi perkiraan saya itu meleset total. Mereka ternyata mempersiapkan diri untuk menantikan kedatangan pasangan prianya untuk melakukan hubungan seks secara massal. Asgtagfirullah!

Sungguh dunia ini semakin gila! Benar-benar gila malah! Saya  katakan demikian karena mereka ternyata melakukan perbuatan asusila itu hanya untuk mencetak rekor dunia. Masya Allah!  Benar-benar sangat tidak masuk akal dan tak layak dilakukan oleh manusia yang beradab. Mereka tak ubahnya binatang saja, making love (ML) secara terbuka di tempat umum. Dan belum tentu pula masing-masing pasangan tersebut adalah suami istri. Ini benar-benar amoral. Terlaluuuuu….!!!

Terus terang saya tak bisa membayangkan apa yang ada dalam benak  para pelakunya. Bisa-bisanya mereka tertarik untuk melakukan seks berjamaah hanya karena ingin memecahkan rekor dunia.  Bayangkan saja, 250 pasangan (250 wanita dan 250 pria) itu melakukan seks di sebuah gudang.  Seperti dikutip di sebuah situs, peristiwa yang terjadi di Jepang ini direkam dengan teknologi kamera canggih dan diabadikan menjadi sebuah film porno yang dijual di pasaran dalam bentuk DVD, dengan harga sekitar $40 atau Rp 380.000-an. Kegiatan ini dikenal dengan sebutan Orgy.

Meski beberapa foto adegan-adegannya sudah beredar luas di  internet — termasuk yang telah diblur — namun yang saya ambil sebagai illustrasi hanya foto persiapannya saja. Ini demi menghindari kesan pornografi.

Yang patut disayangkan karena kasus ini terjadi di Jepang dan melibatkan warga negeri Matahari Terbit tersebut. Padahal Jepang, seperti diketahui adalah salah satu negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas dan budayanya, seperti juga dengan Indonesia.

Namun demikian, hikmah yang bisa dipetik adalah semoga kasus ini bisa dijadikan pelajaran. Jangan sampai gara-gara ini kita juga ikut-ikutan mau memecahkan rekor gila tersebut. Ini bukan tidak mungkin, apalagi anak bangsa di negeri ini gampang terpengaruh trend.

Sebagai penutup kata, kita tentu tidak ingin mendengarkan Indonesia berhasil memecahkan rekor dunia seks berjamaah yang dipegang oleh Jepang tersebut. Oleh karena itu, meminjam istilah bang Napi, waspadalah…!!!
Wallahua’lam bissawab.

Catatan:

Bagi di luar Kompasianer yang ingin memberikan komentar silakan

KLIKKK di SINI

Baca juga ARTIKEL PILIHAN LAINNYA:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | | 25 October 2014 | 23:43

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | | 26 October 2014 | 00:06

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri, Polycarpus, BIN dan Persepsi Salah …

Ninoy N Karundeng | | 26 October 2014 | 08:45

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Korban-korban Kebijakan dan Peraturan JKN …

Yaslis Ilyas | 8 jam lalu

Latihan Siang Malam, Prajurit TNI Dipantau …

Mirza Gemilang | 8 jam lalu

Memasuki Hari ke Enam Belas Berada di …

Taufiq Rilhardin | 8 jam lalu

Pacaran? Tidak Harus dengan Kekerasan! …

Stevani Dewi | 8 jam lalu

Transisi Swallow Go Internasional Dikenal …

Tenny Rizka Firsti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: