Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Honny

seperti air mengalir dan angin bertiup......

Dunia Esek-esek di Shenzhen China

HL | 16 February 2010 | 13:15 Dibaca: 2644   Komentar: 22   0

Tanpa terasa kereta yang melaju dengan kecepatan 200 km/jam dari kota Guangzhou-China, telah tiba di stasiun kota Shenzhen. Waktu tempuh tidak lebih dari lima puluh tujuh menit. Saat itu  Jam menunjukan sekitar pukul sebelas siang waktu setempat. Perjalan terasa singkat apalagi ditemani seorang anak kecil bersama ibunya. Anak lucu yang terus bernyanyi dengan bahasa yang saya kurang tahu artinya.

Sebelum menuju area pertokoan yang bertebaran di sekitar stasiun untuk sekadar membeli oleh-oleh, dari ketinggian saya menikmati plasanya yang luas dan asri dengan latar belakang gedung-gedung pencakar langit.

Plasa di Stasiun Shenzhen- China

Plasa di Stasiun Shenzhen- China

Yang akan dibeli belum ketemu, selagi masih ada waktu saya melanjutkan pencarian kearah seberang jalan menjauhi stasiun. Berjalan dengan santai menuju bangunan-bangunan tinggi yang tadi terlihat dari plasa  stasiun. Sebelum sampai tujuan, mata  tertuju pada blok bangunan semacam  kompleks ruko di Jakarta. Walaupun tidak berada di tepi jalan utama tapi mudah ditemui, karena memiliki dinding mozaik warna khas merah muda.Ternyata itu adalah bangunan-bangunan flat yang dibangun khusus untuk kegiatan esek-esek alias seks komersial.  Perkiraan tidak kurang dari seratusan blok yang ada di sana serta dikelilingi pagar beton setinggi dua meter. Lantai dasar dipergunakan untuk restoran, salon, toko atau tempat mejeng. Walaupun tidak sempat masuk kedalam bangunan, dari out door ac yang bergantungan tahulah bahwa itu adalah kamar tidur. Sadar sekarang sudah berada di suatu daerah lokalisasi legal di China. Rasa ingin tahu membuat saya memberanikan diri masuk lebih jauh kedalam komplek.  Dalam pikiran  walaupun seorang diri, hari masih siang tentu keamanan lebih terjamin. Apalagi tampang memang sudah mirip mereka yang datang berkunjung ke sana. Sewaktu memasuki kawasan merah ini, di salah satu flat saya sudah disambut oleh wanita gemuk usia empat puluhan. Dengan bahasa setempat menawarkan seorang bocah ingusan -semacam abg- yang katanya “main”nya asyik, saya hanya tersenyum sambil terus berjalan. Berkeliling sepanjang lorong kompleks ada sensasi dan memicu adrenalin. Celotehan dan tawa serta ajakan bermain cinta mengiringi setiap langkah kaki melewati pintu flat mereka, sepertinya mampu menggoyahkan iman. Mungkin usia yang sudah tidak muda lagi inilah yang menghindari  saya dari rasa ingin “mencoba” sesuatu di negeri yang pernah dijuluki negeri tirai bambu. Saya hanya berani mengambi satu gambar, itu pun secara sembunyi-sembunyi takut  kalau ada yang menegur. Ini gambarnya, saya berbagi dengan anda Kompasianer.

Lokalisasi Resmi di Shenzhen-China

Lokalisasi Resmi di Shenzhen-China

Berada atau lebih tepatnya tersesat di sana begitu menakutkan, walaupun tidak lebih dari setengah jam. Setelah meninggalkan kompleks tadi tiba-tiba teringat lagu yang pernah begitu popular “……..kau luputkan aku dari dosa ku…..”  lagu Lilin-lilin kecil ciptaan James F Sundah, dinyanyikan oleh almarhum Chrisye. Untung masih ingat umur, kalau gak ???

Salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: