
Dibaca: 1175
Komentar: 124
12 dari 22 Kompasianer menilai Inspiratif
kami jalang, atau kalian yang bajingan..
Kalimat singkat itu pernah kutulis mantap di status facebookku. Dengan seabrek maksud dan tujuan di kepala. Lalu seabrek komentar menderet panjang dibawahnya. Banyak yang bertanya apa maksudnya. Aku diam. Tak kugubris satupun komen disana. Sampai akhirnya kuputuskan menulis panjang tentang sebuah tanya besar di kepala.
Ini jaman kenapa ?
Kenapa perempuan perempuan masa kini sibuk mempertontonkan tubuhnya dijalan jalan. Di mall mall, di tempat tempat bermain, di trotoar, di foto profil situs situs jejaring social , di atas motor dan mobilnya. Ah dimanapun.
Rok mini, celana ketat jauh diatas lutut, baju terusan cantik yang berhenti di beberapa centi setelah celana dalam, baju tipis aduhai transparan, tali bra warna warni yang nyaris terlihat seperti gantungan handphone, tidak ketinggalan jalan menggak menggok pletak pletok seakan akan lupa kalau pakaiannya saja sudah mengundang perhatian.
Lalu salah siapa kalau akhirnya mereka kehilangan keperawanan ?
Mereka yang jalang, atau memang para hidung belang itu yang bajingan ?
Ini jaman kenapa ?
Kenapa sampai ada situs situs dunia maya yang menjual belikan keperawanan ? memangnya kacang ? seenaknya di lelang, ditawar lalu dibuang jika sudah selesai. Dan sialnya, ada saja perempuan perempuan yang menjajakan keperawanannya. Menawarkan diri seolah olah mereka memang benar barang dagangan. Berlomba lomba terlihat paling suci karena tau kesucian mereka dibeli mahal. Memajang foto paling lugu agar makin terlihat segelannya. Tawar menawar dengan para pria kehausan yang entah bagaimana bentuk wajah dan kelaminnya. sekarang harga diri dan kehomatan bisa diperdagangkan..
Apa memang harga keperawannan sudah mendarat di lembaran lembaran uang ?
sayang keperawannan tidak bisa digadaikan. Sekali ditukar uang, ya sudah melayang.
ini jaman kenapa ?
kenapa perempuan perempuan masa kini rela memberikan keperawanannya untuk pasangannya yang bahkan jauh dari jenjang pernikahan. Hanya dengan embel embel cinta dan janji manis. Dengan sedikit rayu maut si pemilik label ‘pacar’. Tidur bersama tanpa busana seakan pelaminan pernah disinggahi berdua. Bercinta sesukanya seolah lupa dengan pesan manis orang tua “jaga diri ya..”.
Lalu kenapa aborsi ketika Tuhan benar benar mengikat dengan janin ?
Kenapa bunuh diri ketika si lelaki pergi dan keperawanan tinggal pemanis kata “pernah”
Ini jaman kenapa ?
Kenapa kumpulan perempuan muda itu asik membanggakan gaya bercinta mereka. Terlihat lupa kapan terakhir mereka membanggakan keperawanannya. Laki ini itu sana sini disana disitu. Bahkan tak ingat lagi berapa jumlahnya. Tertawa ketika bercerita tentang ceceran sperma diatas rapor merah mereka. Prestasi katanya.
Lalu kenapa si hidung belang yang diteriaki bajingan ?
Kucing mana yang tidak lahap ketika ujung mulutnya disodorkan ikan.
Ini jaman kenapa ?
Kenapa kaum adam itu tidak sedikit saja menghormati kehormatan keturunan hawa. Sedikit menjaga kelaminnya dan membiarkan perempuan tetap perawan sampai waktunya Tuhan menyodorkan pernikahan.
Apa karena mereka benar bajingan ?
Atau salah sendiri kami jalang.
Kamu.
Biarkan janinmu menjadi manusia dan menyaksikan betapa ibunya korban keganasan jaman. Biarkan nadimu tetap berdenyut dan semua orang tau kamu hidup diatas rasa depresi karena kekasihmu pergi dan kamu tidak suci lagi. Biarkan pendidikanmu sampai pada akhirnya dan nilai nilaimu menjadi saksi bagaimana kamu berjuang untuk angka angka itu dengan tetesan darah, keringat dan ovum mu. Biarkan mereka memperkosamu dan kamu menjadi bagian dari deretan selebriti berita kriminal. Agar satu dunia melihat, kamu menjadi bukti keperawanan yang tinggal cerita.
Hapus air matamu. Angkat kepalamu dan tanggung jawab lah pada kelaminmu. Pada kehormatanmu
ruang. 12 february 2010
itu kan maumu ?