Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Abdorrakhman Gintings

Menulis untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman..

Kata Mutiara tentang Dusta

OPINI | 15 February 2010 | 06:23 Dibaca: 6256   Komentar: 35   7

Saya yakin hampir semua orang tidak suka didustai. Didustai teman, didustai pacar, didustai pedagang, didustai pelanggan, didustai pimpinan, didustai anak buah pokoknya didustai siapa saja akan menyakitkan. Mengapa? Karena dusta menghancurkan khayal dan asa. Semakin kita percaya kepada seseorang, semakin menyakitkan kita didustainya. Semakin, berharap kita kepada seseorang, semakin menyakitkan jika kita didustainya.

Anehnya,  bagaikan meminum air laut, semakin sering kita berdusta semakin “lihai” dan “enteng” pula kita melakukannya. Bahkan, berdusta bisa menjadi hobby. Yang menarik seperti kata Prof Hakim, Koordinator Kopertis Wilayah IV, tingkatan tertinggi dalam berdusta adalah ketika kita sudah berhasil mendustai orang lain mulai berniat dan berhasil mendustai diri sendiri. Ya, banyak yang ketagihan, karena modalnya hanya keberanian dan kata-kata.Tidak terbayangkan parahnya hoby yang satu ini.

Tetapi, bukan tidak ada hukuman bagi pendusta termasuk kita semua yang saya yakin pernah berdusta. Dalam budaya Melayu dikenal kata mutiara tentang dusta yang bisa dijadikan pelajaran:

Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya. Artinya; sekali kita ketahuan berdusta, seumur hidup orang yang kapok dan mencap kita sebagai pendust. Kita jadi terkucilkan tentunya.

Mulut mu harimau mu. Dusta tidak menyelesaikan tetapi jutsru menabung masalah. Seperti ketika kita ditagih hutang,  banyak alasan yang dapat kita jadikan alasan agar penagih pulang.Tetapi hutang tetap hutang dan satu saat akan mencapai puncak masalah dan menerkam kita.


Sepintar-pintar menyembunyikan bangkai, satu saat tercium juga. Mirip dengan ini adalah Sepandai pandai tupai melompat, sekali kali jatuh juga. Artinya, kebohongan atau dusta itu akan terbongkar satu saat dan selihai apapun seseorang berdusta sekali kali akan ketauan. Jadi berhati-hatilah jika punya hoby berdusta karena satu saat akan kena batunya. Semakin lihai dan semakin sering kita berdusta, semakin kurang berhati-hati dalam merangkainya dan semakin anggap enteng pula kepada calon korbannya. Sebaliknya, semakin seseorang didustai, semakin hati hati dia terhadap anda. Ketika itulah sang tupai akan jatuh.

Hukuman yang terparah buat pendusta adalah putus urat percayanya. Artinya, dia tidak pernah bisa mempercayai orang lain lagi karena dianggapnya semua orang seperti dirinya, pendusta. lebih parah lagi kata Prof Hakim, kepada dirinya sendiripun dia sudah tidak percaya lagi. Bahaya kan?

Tetapi ada kata mutiara atau pepatah Melayu yang mengingatkan agar kita tidak berdusta dengan cara yang arief yaitu:

Tidak semua yang benar itu harus dikatakan, tetapi ketika engkau mengatakan sesuatu, katakanlah yang benar. Artinyakalau kita tidak menyampaikan sesuatu kebenaran kita tidak berdusta, tetapi  dengan alasan kearifan atas dasar pertimbangan bahwa mudaratnya lebih besar daripada manfaatnya jika dikatakan. Sebalikny, jangan katakan sesuatu yang tidak benar kalau harus menyampaikannya. Dengandemikian kita bisa menjaga persahabatan yang harmoni. Sangat arif dan bijak kan saudara ku? Selamat bekerja! Semoga Allah swt membimbing kita untuk arif dan tidak (sering)  berdusta terutama kepada diri sendiri. Amien!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: