Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Abdorrakhman Gintings

Menulis untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman..

Kata Mutiara tentang Dusta

OPINI | 15 February 2010 | 06:23 Dibaca: 6309   Komentar: 35   7

Saya yakin hampir semua orang tidak suka didustai. Didustai teman, didustai pacar, didustai pedagang, didustai pelanggan, didustai pimpinan, didustai anak buah pokoknya didustai siapa saja akan menyakitkan. Mengapa? Karena dusta menghancurkan khayal dan asa. Semakin kita percaya kepada seseorang, semakin menyakitkan kita didustainya. Semakin, berharap kita kepada seseorang, semakin menyakitkan jika kita didustainya.

Anehnya,  bagaikan meminum air laut, semakin sering kita berdusta semakin “lihai” dan “enteng” pula kita melakukannya. Bahkan, berdusta bisa menjadi hobby. Yang menarik seperti kata Prof Hakim, Koordinator Kopertis Wilayah IV, tingkatan tertinggi dalam berdusta adalah ketika kita sudah berhasil mendustai orang lain mulai berniat dan berhasil mendustai diri sendiri. Ya, banyak yang ketagihan, karena modalnya hanya keberanian dan kata-kata.Tidak terbayangkan parahnya hoby yang satu ini.

Tetapi, bukan tidak ada hukuman bagi pendusta termasuk kita semua yang saya yakin pernah berdusta. Dalam budaya Melayu dikenal kata mutiara tentang dusta yang bisa dijadikan pelajaran:

Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya. Artinya; sekali kita ketahuan berdusta, seumur hidup orang yang kapok dan mencap kita sebagai pendust. Kita jadi terkucilkan tentunya.

Mulut mu harimau mu. Dusta tidak menyelesaikan tetapi jutsru menabung masalah. Seperti ketika kita ditagih hutang,  banyak alasan yang dapat kita jadikan alasan agar penagih pulang.Tetapi hutang tetap hutang dan satu saat akan mencapai puncak masalah dan menerkam kita.


Sepintar-pintar menyembunyikan bangkai, satu saat tercium juga. Mirip dengan ini adalah Sepandai pandai tupai melompat, sekali kali jatuh juga. Artinya, kebohongan atau dusta itu akan terbongkar satu saat dan selihai apapun seseorang berdusta sekali kali akan ketauan. Jadi berhati-hatilah jika punya hoby berdusta karena satu saat akan kena batunya. Semakin lihai dan semakin sering kita berdusta, semakin kurang berhati-hati dalam merangkainya dan semakin anggap enteng pula kepada calon korbannya. Sebaliknya, semakin seseorang didustai, semakin hati hati dia terhadap anda. Ketika itulah sang tupai akan jatuh.

Hukuman yang terparah buat pendusta adalah putus urat percayanya. Artinya, dia tidak pernah bisa mempercayai orang lain lagi karena dianggapnya semua orang seperti dirinya, pendusta. lebih parah lagi kata Prof Hakim, kepada dirinya sendiripun dia sudah tidak percaya lagi. Bahaya kan?

Tetapi ada kata mutiara atau pepatah Melayu yang mengingatkan agar kita tidak berdusta dengan cara yang arief yaitu:

Tidak semua yang benar itu harus dikatakan, tetapi ketika engkau mengatakan sesuatu, katakanlah yang benar. Artinyakalau kita tidak menyampaikan sesuatu kebenaran kita tidak berdusta, tetapi  dengan alasan kearifan atas dasar pertimbangan bahwa mudaratnya lebih besar daripada manfaatnya jika dikatakan. Sebalikny, jangan katakan sesuatu yang tidak benar kalau harus menyampaikannya. Dengandemikian kita bisa menjaga persahabatan yang harmoni. Sangat arif dan bijak kan saudara ku? Selamat bekerja! Semoga Allah swt membimbing kita untuk arif dan tidak (sering)  berdusta terutama kepada diri sendiri. Amien!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Suasana Jalan Thamrin Jakarta Pagi Ini …

Teberatu | | 20 October 2014 | 08:00

Eks Petinggi GAM Soal Pemerintahan Jokowi …

Zulfikar Akbar | | 20 October 2014 | 07:46

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Harapan kepada SBY Lebih Besar Dibanding …

Eddy Mesakh | | 20 October 2014 | 09:48

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ramalan Musni Umar Pak Jokowi RI 1 Jadi …

Musni Umar | 4 jam lalu

Jokowi Dilantik, Pendukungnya Dapat Apa? …

Ellen Maringka | 4 jam lalu

Ucapan “Makasih SBY “Jadi …

Febrialdi | 11 jam lalu

Jokowi (Berusaha) Melepaskan Diri dari …

Thamrin Dahlan | 18 jam lalu

Lebih Awal Satu Menit Tak Boleh Masuk Ruang …

Gaganawati | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

[Cermin] Tentang Keimanan …

Meta Morfillah | 7 jam lalu

Mewujudkan Independensi Mahkamah Agung dalam …

Zulkifli Muhammad | 8 jam lalu

Nikmatnya Berwisata Sambil Berdinas …

Dizzman | 8 jam lalu

Menyoal “Kurtilas Terancam Gagal” …

Dede Taufik | 8 jam lalu

“Off the Record” …

Ronny Wijaya | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: