Biarpun merasa sudah tua, tetapi bagi saya, Pak Umar Hapsoro seksi banget, tuh!!! Masih tetap selalu ganteng dan menawan hati. Apalagi kalau sudah urusan goreng-menggorengnya. Bukan hanya nasi gorengnya saja, lho, ya, tapi juga caranya menggoreng pemikiran lewat tulisan. Hot banget!!! Sangat menantang!!!
Membaca tulisan Pak Umar Hapsoro, buat saya, sama dengan sedang memakan nasi goreng panas yang super HOT. Membuat saya menjadi liar!!! Binal!!! Pikiran melayang ke mana-mana.
Undangan Pak Umar Hapsoro untuk menikmati hidangan nasi goreng ala media massa, sangatlah menggilitik.
“Kekuatan media bisa digunakan sebagai senjata ampuh untuk mempengaruhi massa”.
Selalu penuh dengan misteri yang membuat adrenalin dan libido saya mencuat dan menjulang tinggi ke langit.
“Deep Throat adalah nara sumber misterius paling terkenal dalam sejarah jurnalistik.”
Menantang saya untuk selalu ingin bercinta dengan negara yang memiliki cinta tanpa syarat terhadap saya.
“Jalan menuju sukses senantiasa dalam kondisi yang sedang dibangun. Anda akan menghadapi lubang rintangan dan penundaan. Anda harus tetap menjaga mata Anda agar terfokus pada tujuan dan terus melangkah maju.”
Juga menjadikan saya untuk senantiasa telanjang. Bulat-bulat!!!
“Menggunakan pseudonym itu boleh-boleh saja dalam menulis, tapi jangan salah, identitas asli tetap ada pada penerbit. Ngeblog juga begitu, silahkan saja menggunakan nama samaran, tapi ketika register di Kompasiana, …. ya gunakan identitas asli dong, namanya juga kita masuk ke rumah orang. Berlaku juga buat komentator. … Gitu aja koq repot …”
Sambil bercermin dan menatap diri.
“Salah satu pengaruh buruk yang mungkin ditimbulkan media : “merugikan pembaca dengan memberikan informasi yang salah, atau dengan sengaja disalahkan (Disinformasi).!!!…””
“Media yang hebat bergantung pada kualitas jurnalisnya, bukan nama besar pemiliknya.”
“Kalau orang sudah sering mendengar gosip, lama kelamaan hatinya akan beku dan merasa senang-senang saja mendengar gosip, dan ia tidak lagi memiliki rasa bersalah atau berdosa mendengarkannya.”
Untuk kemudian berusaha keras memberikan pelayanan yang terbaik.
“Majulah Indonesia-ku.”
Tulisan ini persembahan saya untuk Si Tukang Nasi Goreng Pak H. Umar Hapsoro Ishak tercinta. Saya yakin sekali bahwa bukan hanya saya saja yang merasakan kenikmatan dan lezatnya gorengan panas super hot Bapak yang ganteng dan baik hati ini. Semua pasti merasakan hal yang sama. Terima kasih, Pak Umar!!!
Berikanlah kami terus undangannya, ya, Pak!!! Bantulah kami semua untuk bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa ini!!!
Selamat menikmati gorengan Pak Umar, ya!!! Semoga media massa kita semakin baik dan semakin maju!!! Selamat Hari Pers Indonesia!!!
Salam Kompasiana,
Mariska Lubis
Bulan Februari adalah bulan cinta dan kasih sayang. Begitu kurang lebih yang dirayakan banyak orang,
