Sejarah belum lagi berulang, sejak kematian sang Mahapatih Gajah Mada pada 645 tahun yang lampau, belum ada lagi satu orangpun dari bumi nusantara ini yang melakukan sebagaimana yang pernah dilakukan sang Mahapatih Gajah Mada.
Saat diangkat sebagai Patih Amangkubhumi, Gajah Mada mengucapkan sumpahnya yang terkenal itu, ‘Sumpah Palapa’ yang pada intinya sang Mahapatih tidak akan menikmati kenikmatan duniawi sebelum berhasil mempersatukan Nusantara. (sumber: Wikipedia)
Dalam konteks yang hampir menyerupai, negeri nusantara ini sekarang memiliki seorang Presiden. Akan menjadi sangat baik bila presiden yang menjadi pemimpin negeri ini memiliki satu tekad yang sama dengan Mahapatih Gajah Mada, yaitu hendaknya belum akan menikmati kenikmatan duniawi sebelum berhasil ‘mensejahterakan’ rakyat yang dipimpinnya.
Yang terjadi adalah sebaliknya. Menteri-menteri sebagai abdi Negara lebih menyukai untuk menaiki mobil mewah, lebih suka tinggal di rumah dinas, sambil menikmati fasilitas-fasilitas Negara yang tersedia dan disediakan untuknya.
Dan tampaknya, langkah menteri-menteri itu juga akan segera diikuti oleh atasannya, yaitu Presiden Negara ini, bila sang Menteri dibelikan mobil-mobil mewah sebagai kendaraan dinasnya, maka sang Presiden berencana memiliki sebuah pesawat kepresidenan sebagai alat transportasinya.
Tentu bukan suatu masalah juga seandainya saja sudah tidak ada lagi rakyatnya yang hidup dibawah garis kemiskinan, sudah tidak ada lagi korban bencana seperti korban lumpur Lapindo yang menanti penuh harap ganti rugi yang tidak kunjung terlunasi..
Jika saja presiden dan menteri-menteri kita memahami hal tersebut dan memiliki tekad dan bila perlu bersumpah semacam Sumpah Palapa dari Mahapatih Gajah Mada.. mungkin negeri ini dapat menjadi lebih baik karena dari pemimpin negeri (presiden) dan menteri-menterinya dapat menunjukan bukti kesetiakawanan nasional atau solidaritas nasional terhadap mereka yang masih kekurangan dan butuh perhatian.
Jadi, bapak presiden dan para menteri.. mulailah tunjukan kesetiakawanan nasional mulai dari diri kalian.. sebagai teladan.. bukan hanya sekedar retorika.
Bulan Februari adalah bulan cinta dan kasih sayang. Begitu kurang lebih yang dirayakan banyak orang,
