Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Malikmughni

seorang pembelajar kehidupan, yang tengah mencari kesejatian hidup, kehidupan, dan penghidupan.

Penyaluran Raskin Harus Diawasi

REP | 02 February 2010 | 15:34 Dibaca: 554   Komentar: 0   0

CILEGON- Pembagian raskin saat ini sangat dibutuhkan masyarakat, karenanya masyarakat baik secara perorangan, kelompok maupun organisasi diminta melakukan pengawasan terhadap penyaluran raskin. Pengawasan tersebut menurut Kasubdrive Bulog Serang Noerfansyah, dapat disampaikan atau diadukan kepada aparat pemerintah yang bertugas dan bertanggung jawab melakukan pembinaan berjenjang, di tingkat kota, maupun tingkat kecamatan.
Ia juga memapar pentingnya komitmen para petugas penyaluran raskin baik di tingkat kota hingga tingkat RT untuk tidak menyimpangkan penyaluran raskin. “Sekarang ini harga beras sedang tinggi-tingginya. Antara Rp 4.500, sampai dengan Rp 6.000. maka raskin yang harganya hanya Rp 1.600 ini, sangat dibutuhkan masyarakat. Para lurah harus kuat imannya untuk tidak berbuat menyimpang. Jika tidak tanggung sendiri akibatnya, sebab sekarang di tingkat kota juga sudah ada Badan pengawas Keuangan (BPK) yang mengawasi setiap penyaluran anggaran termasuk raskin,” papar Noerfansyah kepada para peserta sosialisasi pagu alokasi raskin kota Cilegon, beserta petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk tekhnis (Juknis)nya, di Hotel Sari Kuring Indah (SKI), Cilegon, Selasa (2/2).
Jika penyaluran raskin di Cilegon Sukses, ia berjanji akan mengusulkan pemberian penghargaan dari Pemprov Banten untuk Kota Cilegon. “Suksesnya penyaluran raskin tergantung komitmen kepala wilayahnya. Karena itu, leading sektor penyalur raskin, yakni para kepala kelurahan harus berusaha dan komitmen untuk menyalurkan raskin dengan tepat dan benar. Indah bukan, kalau Walikota dapat penghargaan di tingkat nasional, di akhir jabatannya tahun ini,” Kata Noerfansyah memotivasi para lurah dan camat se Kota Cilegon.
Tahun ini, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Ketahanan Pangan (BPMKP) Kota Cilegon diamanatkan menyalurkan raskin sebanyak 2,489 ton. Program beras murah yang akan disalurkan mulai Maret mendatang itu, diperuntukan bagi 15.961 rumah tangga sasaran (RTS).
“Ada penurunan angka kemiskinan di kota Cilegon, sehingga jumlah RTSnya pun berkurang, dari 16 ribuan di tahun lalu, sekarang jadi 15 ribuan. Stu pun sebenarnya tak sepenuhnya miskin semua. Sebab warga miskin di Kota Cilegon ini terbagi dalam beberapa kategori,” kata Kepala BPMKP Sari Suryati.
Tahun ini juga ada pengurangan jatah raskin per RTS. Yang semula mendapat 15 kg per RTS, kini menjadi 13 kg per RTS. Hal ini, katanya, merupakan kebijakan pemerintah pusat. Untuk harga per kg-nya masih Rp 1.600. Dalm Juklak/Juknis penyaluran raskin juga diuraikan tentang biaya operasional pendistribusian dan pendukungnya, hingga titik pendistribusian (titik distribusi biasanya adalah kantor kelurahan,-red) yang dibebankan kepada Bulog. “Sementara untuk penyaluran raskin dari titik distribusi sampai RT/RW ke penerima manfaat raskin menjadi tanggung jawab Pemkot Cilegon, yang didanai APBD Kota Cilegon 2010, dengan kode rekening Upah harian Non PNS. Jadi tak ada alasan apapun untuk menaikkan harga raskin dari harga Rp 1.600,” kata Sari. Penyimpangan penyaluran raskin, juga bisa dipidanakan. (malik)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 4 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 7 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 10 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 10 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pengalaman Belajar Sosiologi Bersama Pak …

Rachel Firlia | 8 jam lalu

Rokok atau Calon Istri? …

Gusti Ayu Putu Resk... | 8 jam lalu

Dampak Moratorium PNS …

Kadir Ruslan | 8 jam lalu

Membudayakan Menilik Orang Bukan Dari …

Wisnu Aj | 8 jam lalu

Hilangnya Kodok Pak Lurah …

Muhammad Nasrul Dj | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: