Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Andi Zulkifli Nurdin

Seorang Abdi Negara yang berprofesi sebagai PNS. Mencoba untuk tetap eksis menulis sebagai sarana berbagi selengkapnya

Suara Desa Suara Musrenbang

OPINI | 27 January 2010 | 08:40 Dibaca: 98   Komentar: 1   1

Musyawarah Rencana Pembangunan Desa/Kelurahan (Musrenbang) Se Kabupaten Soppeng berlangsung serentak (25/01), sebagai upaya menjaring usulan masyarakat ditingkat desa maupun kelurahan yang tersebar di berbagai kecamatan.

Umumnya dalam setiap musrenbang, masyarakat ditingkatan kelurahan maupun desa lebih banyak memprioritaskan pembangunan fisik (jalan, drainase dll). Pembahasannya juga berjalan alot, karena masing-masing pihak ngotot untuk menggolkan usulan tersebut. Sedangkan dari pihak instansi terkait, terkadang tidak bisa mengakomodir semua aspirasi masyarakat. Nuansa demokratis tentunya sangat menonjol. Dan ternyata demokratisasi di desa lebih matang dibandingkan di perkotaan. Mengapa demikian?

Terlepas dari itu, peran aktif masyarakat desa sebagai tindak lanjut pola penyerapan aspirasi masyarakat (bottom up) patut diapresiasi. Walaupun dalam prakteknya masih terkendala dengan minimnya sumber daya manusia di tingkat desa maupun kelurahan. Tetapi semangat elemen masyarakat desa sangat besar, terbukti dalam setiap forum musrenbang, semua pihak hadir dan aktif menyuarakan aspirasinya.

Yang perlu digaris bawahi adalah, bagaimana aspirasi tersebut bisa dikawal sehingga nantinya bisa tercover. Sebab, dalam mekanisme musrenbang masih ada tahapan lanjutan untuk memberi skala prioritas pada program tersebut. Dan tidak menutup kemungkinan kandasnya aspirasi tersebut jika tidak dibackup dengan data akurat dan loby.

Pada tingkatan loby inilah yang sangat rawan. Karena faktor banyaknya kepentingan yang mengikut. Pembahasan ditingkat dewan ini terbuka menjadi ajang kompromi dan bagi-bagi “rejeki”. Peranan LSM dan media sangat berarti sehingga bisa mereduksi tarik ulur kepentingan tersebut. Masyarakat desa atau kelurahan tentu sudah tidak mempunyai lagi akses untuk memantau apalagi mengintervensi hasil keputusan.

tulisan ini juga dimuat di www.soppengposonline.co.cc

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | | 24 November 2014 | 06:23

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 5 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 7 jam lalu

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 16 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemeriksaan Keperawanan Itu “De …

Gustaaf Kusno | 7 jam lalu

Autokritik untuk Kompasianival 2014 …

Muslihudin El Hasan... | 8 jam lalu

Kangen Monopoli? “Let’s Get …

Ariyani Na | 8 jam lalu

Catatan Kecil Kompasianival 2014 …

Sutiono | 8 jam lalu

Jangan Sembarangan Mencampur Premium dengan …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: