Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Andi Zulkifli Nurdin

Seorang Abdi Negara yang berprofesi sebagai PNS. Mencoba untuk tetap eksis menulis sebagai sarana berbagi selengkapnya

Suara Desa Suara Musrenbang

OPINI | 27 January 2010 | 08:40 Dibaca: 96   Komentar: 1   1

Musyawarah Rencana Pembangunan Desa/Kelurahan (Musrenbang) Se Kabupaten Soppeng berlangsung serentak (25/01), sebagai upaya menjaring usulan masyarakat ditingkat desa maupun kelurahan yang tersebar di berbagai kecamatan.

Umumnya dalam setiap musrenbang, masyarakat ditingkatan kelurahan maupun desa lebih banyak memprioritaskan pembangunan fisik (jalan, drainase dll). Pembahasannya juga berjalan alot, karena masing-masing pihak ngotot untuk menggolkan usulan tersebut. Sedangkan dari pihak instansi terkait, terkadang tidak bisa mengakomodir semua aspirasi masyarakat. Nuansa demokratis tentunya sangat menonjol. Dan ternyata demokratisasi di desa lebih matang dibandingkan di perkotaan. Mengapa demikian?

Terlepas dari itu, peran aktif masyarakat desa sebagai tindak lanjut pola penyerapan aspirasi masyarakat (bottom up) patut diapresiasi. Walaupun dalam prakteknya masih terkendala dengan minimnya sumber daya manusia di tingkat desa maupun kelurahan. Tetapi semangat elemen masyarakat desa sangat besar, terbukti dalam setiap forum musrenbang, semua pihak hadir dan aktif menyuarakan aspirasinya.

Yang perlu digaris bawahi adalah, bagaimana aspirasi tersebut bisa dikawal sehingga nantinya bisa tercover. Sebab, dalam mekanisme musrenbang masih ada tahapan lanjutan untuk memberi skala prioritas pada program tersebut. Dan tidak menutup kemungkinan kandasnya aspirasi tersebut jika tidak dibackup dengan data akurat dan loby.

Pada tingkatan loby inilah yang sangat rawan. Karena faktor banyaknya kepentingan yang mengikut. Pembahasan ditingkat dewan ini terbuka menjadi ajang kompromi dan bagi-bagi “rejeki”. Peranan LSM dan media sangat berarti sehingga bisa mereduksi tarik ulur kepentingan tersebut. Masyarakat desa atau kelurahan tentu sudah tidak mempunyai lagi akses untuk memantau apalagi mengintervensi hasil keputusan.

tulisan ini juga dimuat di www.soppengposonline.co.cc

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Norwich, Liverpool Kian Dekat …

Achmad Suwefi | | 20 April 2014 | 19:54

Ketagihan “Pecel Senggol” …

Hendra Wardhana | | 20 April 2014 | 16:01

Kebijakan Mobil LCGC Yang Akhirnya Membebani …

Baskoro Endrawan | | 20 April 2014 | 13:30

My Mother Is…? …

Salmah Naelofaria | | 20 April 2014 | 15:03

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Awas Pacaran Sama Bule Player! Tips dari …

Cdt888 | 16 jam lalu

Mari Jadikan Sekolah Benar-Benar Sebagai …

Blasius Mengkaka | 18 jam lalu

Hargai Pilihan Politik Warga Kompasiana …

Erwin Alwazir | 18 jam lalu

Mandi Air Soda di Kampung, Ajaib! …

Leonardo Joentanamo | 20 jam lalu

Prediksi Indonesian Idol 2014: Virzha …

Arief Firhanusa | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: