Sepucuk surat cinta saya temukan dan isinya sangat menarik hati saya. Biarlah saya membagikannya, agar dapat mengenang masa lalu yang indah. Masa di mana surat masih selalu dinantikan dan menjadi sebuah kenangan tak pernah terlupakan sepanjang masa. Selamat menikmati isi surat ini, ya!!!
“Kala ini hanyalah kumbang di sekelilingmu
Harum semerbakmu menawan mereka
Namun awanlah wahai bunga jang masih sutji murni
Kumbang itu pemain sandiwara
Kalau bunga masih belum sudi menerimanja
Sembunjikanlah di antara duri dan daunmu
Namun kalau ada bunga telah jakin
Tjarilah kumbang pembawa bahagia selalu
Djanganlah kau lengah wahai bunga
Utama di saat harummu masih semerbak
Sebab siapa kan sudi memungut bunga
Bila ia telah kotor dengan debu dan pasir
Sekalipun dia Widjaja Kusumah”
Dari cancer boy di kota kembang (1965/1966)
Sebagai kata moetiara penoetoep:
“Fadjar terbuka bukan karena ajam berkokok tapi ajam berkokok karena fadjar terbuka. Kemerdekaan bukan karena keamanan,tetapi keamanan adalah ke-Merdekaan.” (Ir. Soekarno).
Di balik surat ini, ada sebuah catatan kecil.
Kode Dengan Noot/Njanjian:
1. Do… Dapatkah mencarimu?
2. Re… Minta alamat
3. Mi… Tjinta kepada dia
4. Fa… Hanja perkenalan biasa
5. Sol… Belum ada jang punja
6. La… Menolak
7. Si… Sudah ada jang punja
Yang mana yang dipilihkan?
Semoga bisa memberikan banyak kenangan indah bagi semua!!!
Salam Kompasiana,
Mariska Lubis
Bisnis kuliner menjamur dimana-mana. Bila Anda pernah menikmati hidangan atau masakan yang unik atau pernah
