Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Amalludin

2015 siap protes dan senyum saja Mau wawancara di sms dulu 081905980788

Ngasih Duit ke Pengemis Dilarang?

OPINI | 21 January 2010 | 02:57 Dibaca: 198   Komentar: 2   0

Katanya orang miskin berkurang,tapi;kenapa Pengemis masih banyak dijalan,kenapa gelandangan masih banyak dijalan,Kata Undang-Undang Dasar 45,”setiap warga negara

Pasal 34

(1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. ****)

(2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. ****)

(3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. ****)

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang. ****)

Ini terjadi di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Bogor mengimbau warga kota tidak memberikan sedekah kepada gelandangan dan pengemis (gepeng) serta anak jalanan (anjal). “Asal warga tidak memberi saja kepada pengemis dan anak-anak jalanan ini, maka mereka mungkin tidak akan mau turun ke jalan lagi,” katanya.

Hemi mengatakan, anjal dan gepeng di Kota Bogor merupakan masalah sosial yang tidak serta merta dapat diselesaikan satu pihak. “Perlu ada kerja sama antar instansi terkait termasuk juga masyarakat. Kita sudah melakukan tugas dengan menertibkan dan membina mereka, Satpol PP juga sudah ikut mengamankan. Tapi memang dasar hati mereka yang senang turun ke jalan karena mendapat perlakuan yang baik dari masyarakat,” katanya.

Menurut dia, upaya lain untuk mengentaskan persoalan sosial ini adalah dengan diberlakukannya Perda Nomor 8 Tahun 2006 tentang Ketertiban Sosial. Kondisi saat ini, keberadaan anjal dan gepeng mulai meresahkan masyarakat karena jumlahnya yang semakin banyak.

Kenapa meresahkan,kenapa Negara tidak menjamin sesuai Pasal tersebut diatas?

Bookmark and Share

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Apa Bahaya Makan Beras Plastik bagi Tubuh? …

Wahyu Triasmara | | 22 May 2015 | 18:51

Etika Presiden Jokowi ketika Naik-turun …

Ashwin Pulungan | | 22 May 2015 | 16:19

Kompasiana Seminar Nasional: Harapan serta …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 15:58

10 Jam Wisata Kuliner Kecil di Kota Bandung …

Khristian Dominico | | 22 May 2015 | 21:02

Kirim Review Blogshop bersama JNE Anda dan …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:13


TRENDING ARTICLES

Inilah Ujian Akhir Pemerintahan Jokowi …

Pebriano Bagindo | 12 jam lalu

Tenggelamkan Kapal Tiongkok? Siapa Takut! …

Wasiat Kumbakarna | 12 jam lalu

Pak Jokowi Buat Apa Bangun Rel Kereta di …

Gunawan | 13 jam lalu

Gila! Iklan Obat Aborsi Disertai Testimoni …

Riana Dewie | 14 jam lalu

Angel Pieters Adalah Kambing …

Giri Lumakto | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: