Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Ahmed Tsar Blenzinky

Ingin menjadi penulis multi talenta..... Ikuti @AhmedTsar

Haiti, Negara Ini Terletak Dimana Ya?

REP | 16 January 2010 | 05:58 Dibaca: 4152   Komentar: 7   1

Ketika banyak media melaporkan terjadi gempa besar di Negara Haiti, terbersit sebuah pertanyaan “dimana letak negeri Haiti itu?” Mungkinkah pertanyaan ini mewakilkan sebagian besar para kompasianers. Apa karena tidak bernilai dekat dengan pembaca (proximity), maka dari itu berita gempa Haiti tidak menarik rasa kemanusiaan kita? betulkah pernyataan ini, padahal gempa yang terjadi itu kemungkinan memakan korban lebih dari seratus ribu orang. Berikut letak negara Haiti dan berita mengenai gempa di Haiti

Ibu kota
(dan kota terbesar)
Port-au-Prince
Bahasa resmi Kreol, Perancis
Pemerintahan Republik
- Presiden René Préval
- Perdana Menteri Jean-Max Bellerive
Kemerdekaan Dari Perancis
- Deklarasi 1 Januari 1804
- Diakui 1825 (Perancis), 1863 (AS)
Luas
- Total 27,750 km2 (144)
- Air (%) 0,7%
Penduduk
- Perkiraan 2006 8.373.750 (90)
- Kepadatan 292/km2 (28)
PDB (KKB) Perkiraan 2005
- Total US$13,35 miliar (126)
- Per kapita US$1.625 (157)
Mata uang Gourde (HTG)
Zona waktu (UTC-5)
- Musim panas (DST) (UTC-4)
Domain internet .ht
Kode telepon 509
Puluhan ribu korban masih tertimbun

Puluhan ribu korban masih tertimbun

Tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk mencari korban gempa yang kemungkinan masih bisa diselamatkan, sementara Palang Merah memperkirakan sekitar 50.000 orang tewas dalam bencana gempa di Haiti.

Tim bantuan dari negara-negara lain juga mulai mengerahkan bantuan.

AS mengirimkan lebih dari 5.000 tentara dan Presiden Barack Obama sudah menjanjikan upaya bantuan terbesar dalam sejarah AS dengan menyebut Haiti “tidak akan dilupakan”.

Dia berjanji akan mengerahkan semua elemen pemerintahannya untuk membantu Haiti.

“Kepada rakyat Haiti, kami tegaskan kalau kalian tidak akan diabaikan, kalian tidak akan dilupakan,” katanya.

Namun dia mengingatkan rakyat Haiti untuk bersabar karena upaya bantuan ini memerlukan waktu untuk tiba di lokasi gempa.

Obama juga menjanjikan bantuan sebesar US$ 100 juta untuk menanggulangi gempa. Dana itu akan bertambah dalam beberapa tahun mendatang untuk bantuan pembangunan kembali Haiti.

Bersama dengan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, Brasil serta Kanada dan negara lainnya akan mengupayakan pembangunan kembali Haiti pasca gempa.

Lembaga bantuan mengatakan saat ini tengah berpacu dengan waktu untuk mencari orang yang diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Mereka mengatakan memerlukan makanan, air, perlengkapan medis, dan alat pengangkut.

Kordinator lembaga bantuan darurat PBB John Holmes mengatakan tim SAR kini mulai berdatangan di Haiti.

“Mereka sudah mulai bekerja, saya harap ini akan banyak membantu. Setiap jam dihitung sebagai upaya untuk mencari korban, seperti yang anda ketahui,” katanya.

“Dan tentu kami berupaya memberikan bantuan medis secepatnya tapi sangat jelas kalau fasilitas lokal mengalami kerusakan. Kami butuh lebih banyak dokter, rumah sakit darurat, dan perlengkapan medis lainnya”.

Palang Merah memperkirakan lebih dari tiga juta orang di Haiti terkena dampak gempa.

Banyak korban yang bermalam di tempat terbuka atau membangun tenda darurat di ibukota Port-au-Prince yang luluh lantak akibat gempa.

Wartawan BBC di ibukota Port-au-Prince melaporkan Haiti membutuhkan banyak persediaan makanan, air dan obat-obatan, termasuk alat berat seperti bulldozer dan alat angkut lainnya.

Tapi nampaknya yang dibutuhkan negara ini adalah lebih dari sekadar bantuan saja, karena juga dibutuhkan seseorang yang bisa mengkordinasikan bantuan karena saat ini pemerintahan dalam keadaan lumpuh dan tidak mampu berbuat apapun.

Direktur rumah sakit Port-au-Prince mengatakan sejauh ini setidaknya 1.500 mayat menumpuk di dalam maupun di luar kamar jenazah, sementara polisi terus membawa lebih banyak jenazah lagi dengan truk terbuka.

Sekjen PBB Ban Ki-Moon mengatakan jumlah pasti korban tewas baru bisa dipastikan dalam beberapa hari mendatang, tapi diperkirakan jumlahnya akan sangat tinggi.

Bank Dunia telah menyiapkan US$ 100 juta untuk bantuan darurat, sedangkan Badan Pangan Dunia, WFP akan menyediakan 15.000 bantuan pangan dan Palang Merah telah menyalurkan bantuan sebesar US$ 10 juta.

Sumber berita: BBC Indonesia dan Wikipedia

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 10 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 12 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 13 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 14 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: