Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Iden Wildensyah

Bertualang, menulis, dan percaya kalau benih kebaikan itu akan menghasilkan buah kebaikan http://idenide.blogspot.com/ follow me @idenide selengkapnya

Membaca Komik

OPINI | 15 January 2010 | 04:32 Dibaca: 293   Komentar: 4   0

Saya tidak suka membaca komik, dulu berpikir lebih baik membuat komik daripada membaca komik. Pemikiran seperti itu ternyata berubah setelah saya membaca Komik Sam Kok. Bersama Komik Sam Kok saya menelusuri masa-masa perang di China. Mengikuti perjalanan Om Cao Cao, Om Liu Bei, Om Zhou Yu dan tentu saja sang maestro Sunt Tzu, Pak Zhuge Liang yang terkenal karena strategi perangnya sangat bagus dibanding dengan penasihat perang lainnya.

Dahulu saya pernah membaca komik sewaktu SD tentang pendekar harimau, saya masih ingat ciri-cirinya. Pertama, memakai baju loreng sepoton. Kedua, Senjatanya pedang. Ketiga, Matanya.. ya matanya yang khas karena sebelah matanya adalah mata harimau. Mata ini sangat istimewa karena bisa melihat dalam jarak jauh. Waktu itu belum ada teropong binekular.

Kembali ke Sam Kok.. Sudah ah, saya tidak mau menceritakan, baca aja sendiri ya :)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Patung Survivor Lapindo Mulai Tenggelam …

Teguh Hariawan | | 22 September 2014 | 21:21

Daya Tarik Kota Emas Prag, Ditinggalkan …

Cahayahati (acjp) | | 23 September 2014 | 04:08

Beginilah Antusiasme para Warga Belajar …

Pkbm Al-fath | | 22 September 2014 | 23:52

Ketika Animasi Tom & Jerry Ditegur KPI, …

Sahroha Lumbanraja | | 23 September 2014 | 00:24

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 1 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 6 jam lalu

Ramping Itu Artinya Wamen dan Staff Ahli …

Den Bhaghoese | 9 jam lalu

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 14 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Tak Serenyah Makan Krupuk …

Sulis Voyager | 7 jam lalu

Konflik Perkalian PR SD, Bukti Pendidikan …

Muhammad | 7 jam lalu

Profesionalisme Guru Indonesia …

Huda Ahmadi | 7 jam lalu

Perang Mulut di Talkshow TV (Mestinya) Cuma …

Arief Firhanusa | 7 jam lalu

Menghaturkan Tanya …

Anis Fuadah Zuhri | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: