Artikel

Sosbud

Riri Satria

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

just visit me at http://ririsatria40.wordpress.com

Apa Sebenarnya Peran Peneliti / Analis / Ilmuwan ?


REP | 30 December 2009 | 07:55 Dibaca: 292   Komentar: 4   1 dari 3 Kompasianer menilai Aktual

Banyak pihak yang skeptis melihat para peneliti atau ilmuwan, dan “menuduh” mereka hanyalah pihak yang hanya “omong doang” atau “hanya berwacana atau berteori” tanpa ada suatu “aksi konkrit”.

Untuk memotret hal ini, saya sering mengibaratkan dengan dunia penerbangan. Dalam dunia penerbangan ada 3 (tiga) proses dalam value chain-nya dan 3 (tiga) profesi utama dalam setiap proses.

Pertama, yang paling awal adalah kegiatan analisis, dan profesi di sini adalah ahli fisika dengan teori aerodinamika, teori gerak, dan sebagainya. Tanpa adanya ahli fisika yang merumuskan teori-teori tersebut, maka manusia tidak akan pernah mampu menciptakan pesawat terbang. Pesawat terbang dibangun berdasarkan berbagai teori fisika, seperti teori aerodinamika.

Lalu proses kedua design atau rancang bangun, dan profesi di sini adalah para engineer yang membuat pesawat. Berdasarkan teori-teori yang diformulasikan melalui berbagai riset para ahli fisika, maka para engineer mendesain dan membangun pesawat terbang.

Terakhir, tentu saja melaksanakan atau menerbangkan pesawat, maka profesinya adalah pilot dibantu teknisi pesawat. Para pilot sangat ahli dalam menerbangkan pesawat terbang, apalagi pilot pesawat tempur, mampu melakukan manuver yang sulit sekalipun.

Na, tentu saja sangat tidak mungkin meminta pilot memikirkan teori aerodinamika, dan juga tidak mungkin menyuruh ahli fisika menerbangkan pesawat dengan manuver yang rumit. Semuanya memiliki kapasitas atau kompetensi masing-masing yang sama rumitnya, dan jika salah satu tidak ada, maka tidak akan pernah ada yang namanya dunia penerbangan.

Sejalan dengan itu, kembali kepada dunia kebijakan publik, maka para peneliti/ analis / ilmuwan ada di tahap analisis, sedangkan pada tahap design adalah top level pemerintah dan parlemen, sedangkan pelaksana adalah birokrasi. Masing-masing punya kapasitas dan kemampuan masing-masing yang saling bersinergi. Janganlah menyuruh peneliti menjadi pelaksana atau birokrat, dan sebaliknya jangan menyuruh birokrat menjadi peneliti. Peran mereka jelas berbeda ….

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: