Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Endarsiwi Sugeng

Pekerja di Industri Grafika dan media percetakan. Hoby buat klip/video ttg kegiatan sehari-hari, mencicipi masakan selengkapnya

Belajar Bahasa di Pasar Lokal di Vietnam

HL | 26 December 2009 | 13:28 Dibaca: 1331   Komentar: 5   0

Sejak tahun 2006 istri pun tinggal bersama di sini, dan mulai menempati rumah di luar kota saigon. Pilihan tinggal di luar kota adalah untuk alasan kedekatan ke lokasi kerja yang memang di daerah industri luar kota (VSIP-Vietnam singapore Industrial Park) di Binh Duong Province, sekitar 14 Km dari Kota Saigon.
Saat istri belum hamil, kami sering ke pasar lokal berdua untuk membeli kebutuhan makanan tiap minggu. Kebetulan pasar lokal tidak jauh dari tempat kami tinggal. Untuk membeli beras, ikan, sayuran dan bumbu kami masih memilih beli di pasar lokal, kecuali untuk kebutuhan lain spt sabun mandi detergen, kosmetik dan alat rumah tangga kami harus ke supermarket di kota saigon.

Pengalaman pertama ke Pasar lokal adalah masalah bahasa untuk menanyakan barang yg mau dibeli dan harga. Biasanya mereka sellau menyapa dengan kalimat ” Mua gi (baca; Mua yi), maksudnya ” Beli apa”. lanjut dengan pertanyaan ” Ba nhieu (baca: ba nyiu) maksudnya “berapa” dan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan barang dagangan. Awalnya kami selalu memperhatikan tiap kalimat yang bagi kami sangat membingungkan. Di pasar lokal tentu kita ngga bisa pakia bahasa ingris atau bahasa international lain. Karena mereka umumnya pedagang lokal dan sudah tua.

Lama kelamaan kami belanja di pasar lokal yg sama dengan kios yg sama pula, ngga terasa kosa kata kamipun bertanbah karena kebiasaan di tanya dan kami sellau coba mencari tau arti pertanyaan itu sekaligus jawabannya. Suatu hari secara ngga sengaja malah sempat berbincang sampai beberapa kalimat yang mengalir begitu saja. Mulai Anh Khoe khong? moi ngay lam viec mai gio? dan beberapa pertanyaan ttg anak, em be ba nhieu toi? wah ngga terasa bahasa lokal vietnam menjadi bahasa gaul di akhir pekan saat ke pasar lokal.

Pasar Lokal

Pasar Lokal

Beberapa teman malas belajar bahasa karena beranggapan ngga begitu penting dan ngga se populer bahasa mandarin atau jepang. Tapi buat penulis mencoba memakai bahasa setempat sekalian untuk kenang 2x an bila nanti sudah tidak bertugas di sini. Selain nanti akan di ucapkan saat bertemu teman yg tertarik memakai bahasa Vietnam. Dua hari yang lalu sempat chat dengan pelajar dari indonesia yang pernah belajar dengan khusus bahasa vietnam di Hanoi. dan kami ngobrol dengan bahasa vietnam.

Mmhh seru juga ya..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Baduy, Eksotisme Peradaban Ke XV yang Masih …

Ulul Rosyad | | 20 December 2014 | 23:21

Batita Bisa Belajar Bahasa Asing, …

Giri Lumakto | | 21 December 2014 | 00:34

Penulis Kok Dekil, Sih? …

Benny Rhamdani | | 20 December 2014 | 13:51

Bikin Pasar Apung di Pesing, Kenapa Tidak? …

Rahab Ganendra 2 | | 20 December 2014 | 20:04

Real Madrid Lengkapi Koleksi Gelar 2014 …

Choirul Huda | | 21 December 2014 | 04:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 19 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 21 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 22 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 23 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 23 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: