Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Mita

Minat yang terlalu sering berubah-ubah

Cara Memakai Iket Gaya Sunda

OPINI | 21 December 2009 | 10:28 Dibaca: 16755   Komentar: 36   2

Iket atau penutup kepala dari kain merupakan bagian dari kelengkapan sehari-hari pria di pulau Jawa, sampai sekitar awal tahun 1900 an (klik disini buat liat foto-foto orang djawa djaman doeloe)  .  Penggunaan iket bagi pria akil balik menjadi keharusan karena dipercaya melindungi mereka dari roh-roh jahat, selain untuk fungsi-fungsi praktis seperti wadah /pembungkus, selimut, bantalan untuk mengangkut beban di kepala dlsb.

Iket ini dibuat dari kain batik segi empat yang dilipat sedemikian rupa menjadi model-model khas.  Terdapat perbedaan model iket untuk di Jawa Barat dan Jawa Tengah.  Dalam artikel ini kita mencoba membuat model-model iket Sunda.  Model-model iket ini diberi nama-nama seperti barangbang semplak, parekos, atau porteng (sumber dari sini )

a b c d

a. kain batik dilipat bentuk segi tiga, ujungnya digeser sedikit untuk spasi
b. dasar segitiga digulung beberapa kali secukupnya
c. tempatkan dasar segitiga di bagian dahi
d. rapikan pinggirnya

e f g h

e. merapikan bagian belakang
f. buat setengah simpul lalu kedua ujung nya ditarik ke depan lagi
g. ujung kiri ditempatkan dibawah ujung kanan, lalu diselipkan dibagian atasnya
h. hasil akhir!

Model lain
i j k l
i. model barangbang alias ala si ‘Cepot’
j. model barangbang ‘nyengklik’
k. model ‘jawara’
l. tampak belakang model ‘jawara’

Bagi anda yang berminat untuk membeli kain batik iket ini bisa mengubungi Kang Asep yang alamat fb nya ini . Anak muda ini salah satu dari warga Bandung yang sangat peduli pada kebudayaan sunda.

Semoga iket ini akan lebih banyak lagi digunakan oleh masyarakat pulau Jawa.  Jika di Pulau Bali kita masih melihat penggunaan ikat kepala dimana-mana, maka Pulau Jawa juga seharusnya bisa melakukan hal yang sama.  Untuk mempopulerkan iket ini anda bisa mulai dengan menggunakannya ketika ada pernikahan, melayat yang meninggal, atau pun ketika pergi ke mall.  Kebudayaan khas ini bisa saja digabungkan dengan busana ala barat yang trendi, gothic, atau nge-rock, malah penggunaan iket ini bisa menjadi ciri khas yang membuat anda tampil lebih individual dan berbeda.  OK… salam iket!!

NB: Nuhun kang Asep tos di share ilmuna!

Tags: sunda iket

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 12 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 13 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 14 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Kejujuran …

Rahmat Mahmudi | 8 jam lalu

Berupaya Mencapai Target Angka 7,12% …

Kun Prastowo | 8 jam lalu

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | 8 jam lalu

Jazz Atas Awan, Mendengar Musik Menikmati …

Pradhany Widityan | 8 jam lalu

Indahnya Kebersamaan di Ultah Freebikers …

Widodo Harsono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: