Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

S. Jafar Shodiq

Orang biasa yang sedang menuntut ilmu pengetahuan di gudang ilmu sejarah dan peradaban dunia, di selengkapnya

Mengapa Mesir Berjuluk Ummuddunya (Ibu dunia) (1)

OPINI | 11 December 2009 | 15:09 Dibaca: 145   Komentar: 0   0

Di lihat dari Letak Geografis Dan Kultural Negara Mesir terletak di Timur laut Benua Afrika, berpautan langsung dengan Benua Asia tepatnya diwilayah Sinai dan Laut Merah yang menggabungkan denag Saudi Arabia.

Kata Mesir (Misr ) adalah suatu nama yang di ambil dari nama seseorang keturunan nabi Nuh as. tepatnya cicitnya Nabi Nuh as. maka nama ini terus di abadikan menjadi sebuah nama negara. Bahkan dalam Al -Qur’an nama Mesir disebut dengan jelas sebanyak lima kali. Seperti firman Allah: ” Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman”( 10:87 ).

Adapun nama Egypt yang sudah meluas di dunia Internasional, selain bahasa Arab dan Ibrani nama itu juga berasal dari Yunani Egypt berasal dari kata Aigyptos yang artinya bumi yang dicinta. konon juga di ambil dari nama Agama kristen Qibty (baca; bahasa arab al Qibtiyy) nama agama yang terdapat di mesir sebelum masuknya islam di mesir, yang di komandani oleh khalifah Umar bin Ash atas perintah amirul mu’minin Umar bin Kattab ra. pada sekitar tahun 18 H.

Nah sekarang mengapa mesir di juluki Ummuddunya  (pusat peradaban dunia pertama)? sebenarnya banyak sekali julukan mesir tu, misalnya; Negri seribu menara, Negri para Nabi, Negri kinanah, Negri Fir’aun Negri Musa dan lain-lain. secara logika memang sangat masuk akal sekali, karan jika kita lihat tiga piramida saja di ukur dengan umurnya sudah berumur kurang lebih 4000 tahunan yang lalu yang di dirikan oleh raja-raja zaman dahulu. Piramida Mesir, tinggi 146 m, panjang masing-masing di sisi bawah di sekelilingnya 230 m, dengan areal 52.900 meter persegi, total terdapat 2.3 juta buah batuan. Menurut pandangan umum, piramida dibangun dinasti ke-4 sekitar tahun 2.000 SM, yang dibangun oleh Raja Cheops/Khufu. ini baru dari sisi bangunan piramida yang sangat menakjubkan.

Secara konkrit semua kisah fir’aun ini telah diceritakan didalam Al- Qur’an, tepat dimasa kebangkitan Musa as. Dimasa fir’aun dapat dikatagorikan mesir merupakan negara yang tertua dan pertama yang berkebudayaan tinggi dan mampu menguasai teknologi canggih dimasanya, terbukti dengan adanya peninggalan sejarah yang amat menakjubkan seperti pyramid, spinx,memphis, sakkara, abu simbel, karnak dan lain-lain. Diperkirakan masa kejayaan fir’aun ini berkisar 30.000 SM. Dihitung dari pendiri pertama dinasti ini, “Fir”aun Mina atau Minis”, tahun 2850 SM, dengan ibu kota Memphis (Giza sekarang) sampai Fir’aun Nakhau II” (NIkau). Dinasti terakhir (ke-26) tahun 525 Sm, Yaitu pada saat raja Persia “Qambiz II” Memasuki Mesir, ia barkuasa di Mesir selama dua abad, mulai tahun 525 Sm sampai 332 SM.

Negri lembah Nil, juga termasuk nama lain dari mesir kuno, karna masyarakat mesir kuno bahkan sampai sekarng menggantungkan kehidupanya sehari-hari dengan sungai terpanjang dunia ini. Peradaban Mesir Kuno berkembang selama kurang lebih tiga setengah abad. Dimulai dengan unifikasi awal kelompok-kelompok yang ada di Lembah Nil sekitar 3150 SM, peradaban ini secara tradisional dianggap berakhir pada sekitar 31 SM, sewaktu Kekaisaran Romawi awal menaklukkan dan menyerap wilayah Mesir Ptolemi sebagai bagian provinsi Romawi. Walaupun hal ini bukanlah pendudukan asing pertama terhadap Mesir, periode kekuasaan Romawi menimbulkan suatu perubahan politik dan agama secara bertahap di Lembah Nil, yang secara efektif menandai berakhirnya perkembangan peradaban independen Mesir.

Ada tokoh yang sangat terkenal juga di mesir ini adalah, Cleopatra VII Philopator (Yunani: Κλεοπάτρα Φιλοπάτωρ; Januari 69 SM – 12 Agustus 30 SM) adalah ratu Mesir kuno, anggota terakhir dinasti Ptolemeus. Walaupun banyak ratu Mesir lain yang menggunakan namanya, dialah yang dikenal dengan nama Cleopatra, dan semua pendahulunya yang bernama sama hampir dilupakan orang.

Ia adalah penguasa Mesir bersama ayahnya Ptolemeus XII, saudara laki-laki sekaligus suaminya: Ptolemeus XIII dan Ptolemeus XIV, dan akhirnya anaknya Caesarion. Cleopatra berhasil mengatasi kudeta yang dirancang oleh pendukung saudara laki-lakinya dengan bersekutu dengan Julius Caesar dan dilanjutkan Mark Antony. Cleopatra memiliki 1 anak dari Julius Caesar dan 3 anak dari Mark Antony (dua diantaranya adalah kembar).

Cleopatra bunuh diri sewaktu Augustus (Octavianus) naik tahta dan menyerang Mesir, dengan cara memasukkan tangannya sendiri kedalam keranjang penuh ular berbisa ( Asp / sejenis Cobra asal Afrika Utara). Kisah hidupnya sering didramatisasikan dalam berbagai bentuk karya, termasuk “Antony and Cleopatra” dari William Shakespeare dan beberapa film modern.

Jika anda ingin melihat keindahan Mesir, maka datanglah pada waktu malam. Kecantikan akan nampak seperti Nefertiti atau Cleopatra. Tapi, saat surya tiba menyinari wajah dan tubuhnya, akan tampak kunonya. Peninggalan sejarah dari zaman ke zaman masih tetap tampak otentik dan klasik. Mesir sebagai salah satu negara tertua di dunia, sejak dulu hingga kini masih disebut sebagai tempat perdebatan ” Mihwar “, baik dalam bidang ekonomi, keilmuan, aliran kepercayaan, budaya dan lain-lain. Hal ini tercermin dari letak geografisnya yang strategis, disamping latar belakang historis yang panjang dan variatif.

Secara historis, mesir mengalami berbagai masa, mulai dari masa Fir’aun, Yunani, Islam, penjajahan Inggris, Prancis dan sebagainya. Pada masa Islam sendiri, Mesir mengalami masa Syi’ah, Suny, Fathimiyahh, Ayyubiah, Mamaluk, dan seterusnya. Kondisi tersebut mempengaruhinya hingga beberapa abad terakhir. Kota ini dunia Internasional, dikenal sebagai salah satu pusat keilmuan Islam yang tetap eksis dan keunikannya. Dimana berbagai macam aliran pemikiran mendapatkan tempat untuk berkembang, dan pada giliriannya lahirlah ulama-ulama, intelektual serta cendikiawan dengan isis serta aliran yang bervariasi. sejarah keislaman bisa kita simak pada bagian yang selanjutnya nanti. Dan itu semua peninggalanya masih bisa kita nikmati jika kita berkunjung di negri para nabi ini. bersambung selanjutnya…………

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Tanggapan Rhenaldi Kasali lewat Twitter …

Febrialdi | | 23 September 2014 | 20:40

“Tom and Jerry” Memang Layak …

Irvan Sjafari | | 23 September 2014 | 21:26

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Habis Sudah, Sok Jagonya Udar Pristono …

Opa Jappy | 3 jam lalu

Jangan Sampai Ada Kesan Anis Matta (PKS) …

Daniel H.t. | 4 jam lalu

Mengapa Ahok Ditolak FPI? …

Heri Purnomo | 6 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 7 jam lalu

Join dengan Pacar, Siswi SMA Ini Tanpa Dosa …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Modern atau Kampungan? …

Alfarizi | 7 jam lalu

Wayang Listrik dalam Panggung Teater …

Trie Yas | 7 jam lalu

Tolong, Jangan Rebutan Jersey Suarez! …

Rizal Marajo | 8 jam lalu

Kenapa Harus Wanita yang Jadi Objek Kalian?? …

Dilis Indah | 8 jam lalu

‘86’ Hati-hati Melanggar Hukum Anda …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: