Kompasiana
Jumat, 10 Pebruari 2012

Sosbud

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Mataharitimoer

MT adalah blogger Indonesia. Buku yang ditulis : Jihad Terlarang (2007), Guru Kehidupan (2010), Biarkan Baduy Bicara (2009), Lelaki di Bunderan HI (2005), Ekspedisi Walisongo (2011). Blogger for SEAG 2011 Jabat erat!

Launching Buku ala Blogger Kompasiana

REP | 06 December 2009 | 10:56 147 2 1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik

Bagi mereka yang biasa menghadiri acara peluncuran buku, mungkin akan kaget ketika nimbrung dalam peluncuran buku pak Prayitno Ramelan, “Intelijen Bertawaf”. Pada acara yang diselenggarakan 5 Desember 2009 di Essence Residence kemarin, tak ada session untuk mengupas lebih dalam tentang isi buku. Apalagi jika melihat sang pembahas Pak Chappy Hakim, Pak Hendropriyono, dan Pak Edi Taslim. Sebelumnya terbayang sebuah diskusi seru yang dipandu oleh moderator Rosiana Silalahi.

Tapi yang terjadi hanyalah pemaparan tentang buku dari para pembicara saja. Tapi bukan berarti suasana menjadi tidak hidup dan tidak seru. Rosiana bahkan menyatakan, “Beginilah peluncuran buku gaya bloggers!” sambil terkekeh-kekeh melihat aksi pakde Pray yang gokil abis, celetukan pak Chappy yang segar, dan imbuhan pak Hendropriyono yang membuka wawasan kita tentang realitas intelijen.

Pakde Pray in action

foto by : syaifuddin sayuti

Sebenarnya kekocakan acara ini sudah disulut sejak awal oleh MC Dali Taher. Dia tak seserius ketika menganalisa kekuatan tim sepakbola sebagai komentator siaran langsung bola di TV. Sebagai MC, Kang Dali membuat acara ini bercahaya. Bukan karena pantulan cahaya dari kepalanya yang makin plontos, tapi dari kerenyahan candanya yang intelek dan menyegarkan. Undangan tak perlu minum lagi soft drink untuk menyegarkan dirinya :D

“Ini peluncuran buku atau srimulat?!” canda Rosiana Silalahi yang tak sanggup menahan diri tertawa terpingkal-pingkal. Bahkan iapun sempat terprovokasi dengan mencandai Yuni Shara, yang dibilang “ada label I love Brondong di dadanya”, setelah berduet dengan apik dengan pakde Pray menyanyikan lagu yang pernah dipopulerkan oleh Vina Panduwinata... di dadaku…. ada kumismu….

Penyajian acara yang sejak awal hingga jelang makan siang yang penuh dengan canda tawa ini tetap mencerahkan bagi undangan. Semua hadirin menjadi jelas mengapa pakde Pray memilih judul Intelijen Bertawaf. Bahkan beberapa orang kuperhatikan sempat terharu ketika pakde menceritakan tentang pengalamannya di Baitullah dan ketika diamankan Tuhan dari maut bom JW. Marriot karena bantuan sang Intel titipan Tuhan : Istri pakde Pray sendiri….

Buku yang merupakan kumpulan blog pakde Pray selama setahun di Kompasiana ini patut dibaca oleh mereka yang berminat soal intelijen, terorisme, dan sikap relijius-humanis. Pakde Prayitno Ramelan mengupas hal-hal serius secara pribadi sekali. Ada rahasia yang tak menjadi rahasia, ada prediksi yang menjadi nyata. Semuanya mencitrakan kepiawaian pakde Pray dalam hal menulis dan menganalisa situasi secara jernih dan faktual.

Tentang bukunya, aku tak bisa meresensi lebih banyak karena hanya membaca sesaat di lokasi. Aku tak sempat ngambil jatah di resepsionis, lantaran terburu-buru mengejar waktu untuk jadi pembicara di acara “Youth Workshop for Deradicalization” di Bogor.


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User



SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012