Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Arief Budiman

Berusaha keras selalu menyajikan tulisan bermakna, berguna dan menghibur.

Saya di Tahun 80-an

OPINI | 29 November 2009 | 01:23 Dibaca: 840   Komentar: 5   0

Tanggal berapa ya sekarang ?

Pertanyaan itu sering kita ajukan buat diri sendiri, terkadang bukan karena lupa-tapi buat memastikan saja, bahwa saya sudah berada di masa yang sudah sangat jauh dari tanggal kelahiran saya ke dunia.

Dilahirkan sepuluh tahun sebelum tahun 80, masa itu adalah masa dimana hampir semua orang seperti berperilaku ’serentak’ di negeri ini. Serentak, tidak dalam arti harfiah-namun trend masa itu memang mengarahkan kita, keluarga, teman-teman, orang lain, berkegiatan nyaris sama.

Saya sendiri sangat merasakan itu.

- Sekolah SD seragamnya putih, merah. SMP seragamnya putih biru dan SMA putih, abu-abu. Kini, setiap sekolah kayaknya punya seragam sendiri.

- Merk ballpointnya Pilot atau BIC, dan pasti menyediakan Tipp-Ex untuk menghapus kesalahan di buku jika sudah tertulis by ballpoint.

- Waktu SMP sering dengar lagu “Suzanna”nya The Art Company dan “Dansa Reggae”nya Nola Tilaar.

- Siaran teve cuma ada satu channel, yakni TVRI-nggak akan pernah terjadi rebutan channel.

- Hari Minggu pasti menunggu Si Unyil, Album Minggu, dan Little House On The Praire-Michael Landon, trus sorenya menonton Mari Menggambar asuhan Pak Tino Sidin. Khasnya ; apapun gambar dan lukisan yang dikirimkan pasti dibilang “Bagus..bagus..” (walaupun gambarnya cuma bunga mawar dan rumput yang tajem kayak kawat duri).

- Hapal semua saudara-saudara Cuplis, menunggu kelakuan Pak Raden dan ‘duel’ Pak Raden dengan Pak Ogah (film Unyil).

- Pernah rame-rame diajak sekolah untuk nonton film “Pengkhianatan G 30 S/PKI”, dimana pada saat prolog film tampil logo PPFN (Pusat Produksi Film Negara), dan serentak penonton berseru, “Unyil..Unyil..Unyil..”.

- Anak laki-laki masih potong rambut di bawah pohon rindang, dan bercermin pada pecahan cermin yang dipaku pada pohon. Duh..ademnya.

- Ke sekolah masih banyak naik sepeda BMX. Kadang ada juga teman yang punya sepeda BMX tapi stangnya ditinggiin.

- Bintang idola Onky Alexander (Catatan si Boy), bisa juga Rano Karno, kalau bintang laga Barry Prima, Advent Bangun, George Rudy.

- Majalah wajib baca remaja pada saat itu Hai, Anita Cemerlang, Nina, mini novel-nya Lima Sekawan-Enid Blyton atau Alfred Hitchcock, jangan lupa masih ada yang senang Bobo lho..

- Pasti ingat Deni Manusia Ikan, yang bahasanya hanya Deni dan Tuhan yang tahu.

- Rata-rata rumah masih luas halamannya, banyak bunganya dan pasti ada lubang sampah.

- Pernah di suruh jemur kasur ? Rata-rata kasur isinya kapuk randu.

- Selesai makan, selalu membersihkan tangan dengan serbet kotak-kotak, hampir tidak ada ‘demam tissue’ seperti sekarang.

- Kalau ada pesta ulang tahun temen, pasti ada acara disko-nya dan gemerlap lampu warna-warni.

- Hanya sedikit profesi yang ada, contohnya dokter, petani, pilot, tentara, pedagang,pembantu,  tukang kredit panci, guru. Kalau sekarang, banyaknya minta ampun-akan panjang sekali daftarnya.

- Kalau menggoda cewek, umumnya sopan-sopan, jarang ‘ringan’ tangan.

- Pernah libur sekolah waktu gerhana matahari total, TVRI menyiarkan secara langsung !

- Rumah-rumah didatangi petugas Sensus Penduduk tahun 1980.

- Final sepakbola PSMS Medan vs Persib Bandung tahun 1983 dan 1985 yang ditonton 110,000 orang di Gelora Senayan, Jakarta. Dua-duanya dimenangkan PSMS.

- Teriak-teriak waktu Hastomo Arbi mengalahkan Han Jian tahun 1984 waktu perebutan Piala Thomas dengan China, Hastomo menang 14-17, 15-8 dan 15-6. Besoknya, Hastomo Arbi ada dimana-mana.

- Pemilik tattoo dianggap penjahat, atau orang nakal.

- Jam 21.00 setiap malam, acaranya bapak-bapak nonton Dunia dalam Berita. Bintangnya ; Toeti Adhitama, Dahlan Oskandar, Sam Amir, Anita Rahman, Rini Sutomo, Yan Partawijaya..he..he..

- “Terpaksa” nonton acara Dari Desa ke Desa atau Desa Kita-nya pak Sambas, dengan ucapan khasnya “Saudara-saudara setanah air..”.

- Waktu SMA, pake seragam lengannya digulung, dan ‘maksa’ pake sepatu Nike Air (walaupun nggak cocok).

- Eranya, artis-artis JK Records, seperti Obbie Messakh, Wahyu OS, Helen Sparingga, Ria Angelina, Tommy J.Pisa, Heidy Diana, Ratih Purwasih, Marina Elsera, pokoknya masa itu pernah dibanjiri lagu mendayu-dayu.

- Pernah sangat suka, dan punya koleksinya, Dian Pramana Putra, Trio Libels, Utha Likumahua, Fariz RM, Bhaskara, Krakatau, K3S, Mus Mujiono, nggak boleh lupa juga harus miliki koleksi Ebiet G.Ade dari Camelia I sampai VII !

- Masih sedikit radio ber-gelombang FM.

- Punya “Zakia”nya Ahmad Albar !

- Mau novel picisan ? Beli karya Eddy D.Iskandar.

- Masih suka jajan di sekolah, isinya : jajanan tradisional, bakso, teh dingin, masih belum trand makan fast food.

- No ponsel ! Betapa nikmatnya hidup…..

- Menunggu-nunggu terbitnya tabloid MONITOR asuhan Arswendo Atmowiloto. Covernya itu lho..

- Tiap Jumat beli KOMPAS, karena ada hadiah tabloid BOLA, berwarna lho…walau cuma 8 halaman.

- Suka menuju ke box  telefon umum koin, antrinya luar biasa-padahal cuma mau iseng nelfon ke 113 (pemadam kebakaran).

- Hanya mengenal satu nama tabungan yakni : TABANAS !! Ha..ha..

- Wajib hafal Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Sumpah Pemuda, Lagu-lagu patriotik, Hari-hari besar kebangsaan..

- Kalau Hari Kartini, wajib pinjam baju daerah..mau pawai keliling kelurahan soalnya..

- Disekitar kita masih banyak lapangan sepak bola..

- Waktu SD, guru pasti memeriksa rambut dan kuku waktu mau masuk ke kelas, setiap hari Senin.

- Acara teve pukul 19.00 sampai 21.00 pasti nggak asik, makanya waktu-waktu itu banyak dihabiskan buat belajar.

- Jalan-jalannya kalau bukan ke Taman Ria ya..kebun binatang. Nothing MAL !

- Kalau mau Lebaran, mama dan pembantu-kadang tante pasti buat kue sendiri di rumah.

- Kalau Lebaran ke rumah famili, atau teman, kudapannya standard, mau tahu ? Kacang goreng, kembang loyang, wajik, dodol, atau paling banter roti kaleng Khong Guan-yang diubek-ubek mau cari biskuit yang manis dan wafer coklat.

- Masih mengalami musim panas, musim hujan yang teratur. Katanya nih..kala bulannya “ber-ber” maka banyak hujan dan “ri-ri” banyak panas alias matahari. Asal ya..

- Demam Breakdance

- Kalo nyanyi lagu Pancasila, kalimatnya gini, “Pribang-pribangsaku…”

- Ingat SKJ (Senam Kesegaran Jasmani)..?

- Masih cukup jajan Rp 1,000 perak !

- Hafal semua menteri di Kabinet Pembangunan-nya Pak Harto.

- Pernah punya buku pelajaran dengan tulisan, Sesuai Kurikulum 1975.

- Pernah juga baca-baca koran merah, seperti SENTANA, Sinar Pagi, yang halaman depannya selalu diisi dengan judul yang big lettering, padahal isinya cuma satu alinea.

- “Step by step..oh baby..”. Semua orang seperti gila dengan NKOTB (New Kids On The Block), dengan Jordan Knight sebagai ikon-nya.

- Sempat gemar main kuartet.

- Setiap lebaran atau tahun baru, wajib nonton film Warkop Dono, Kasino, Indro. Slapstik, tapi nikmat juga buat ditonton..

- Komedian atau pelawak masih sopan-sopan, contohnya Ria Jenaka yang dimotori Ateng-Iskak, Bagio Cs, atau Jayakarta Group, dengan personel Cahyono, Jojon, Uuk dan Johny. Tidak pake “kekerasan”, ledekan vulgar dan lelucon garing.

- Setiap bulan nunggu “Srimulat” dan Serial Losmen…rasanya lamaaaa dan ngangenin..

Mungkin sekelumit itu yang pernah saya alami di tahun 80-an, indah, tenang, menyenangkan. Sepi hiruk pikuk, sepertinya kita bisa memastikan 10 tahun ke depan mau jadi apa. Jalanan masih rimbun pepohonan dan orang hampir semuanya baik dan ramah-ramah.

Nostalgia itu memang indah ya..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Messenger Apps di Android yang Akan …

Kevin Anandhika Leg... | | 22 August 2014 | 20:10

Serial Animasi Lokal Mulai Muncul di …

Pandu Aji Wirawan | | 22 August 2014 | 18:29

Keputusan MK tentang Noken, Bagaimana …

Evha Uaga | | 22 August 2014 | 12:23

Berlian …

Katedrarajawen | | 22 August 2014 | 20:01

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: