Kompasiana
Rabu, 08 Pebruari 2012

Sosbud

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Bugi Sumirat

Senang berbagi pengalaman dan belajar dari pengalaman orang lain, minimal untuk menambah modal sosial pribadi (human capital - social capital). Wahana saya untuk berbagi antara lain melalui Kompasiana dan bugisumirat.wordpress.com. Kontak: bugisumirat@gmail.com

Cecunguk Pekerjaan

OPINI | 26 November 2009 | 14:44 261 1 1 dari 1 Kompasianer menilai Inspiratif

Dikendalikan pekerjaan?

ilustrasi (sumber: www.jesus-is-savior.com)

Lelah tapi suegerrr, itu setelah pulang mengikuti training mengenai Personal Productivity Training. Training selama kurang lebih dua jam yang menekankan pada (kiat-kiat) peningkatan produktivitas kerja individu.

Lelah, karena training dipadatkan. Untuk konsumsi satu hari, tetapi dipadatkan menjadi dua jam saja. Tetapi segar, karena, walaupun sebagian materinya (menurut saya) bukan hal yang baru, training ini mengingatkan kembali akan pentingnya untuk tetap menjaga irama kerja supaya produktivitas tetap terjaga dan dapat ditingkatkan.

Ada hal yang menarik yang bisa saya bagi disini diantaranya:

- Ternyata, tanpa disadari, berdasarkan hasil penelitian selama dua puluh tahun terakhir, waktu kerja yang dihabiskan itu mengalami peningkatan sebesar 15% dan ternyata, peningkatan waktu kerja itu diikuti dengan berkurangnya waktu luang yang tersedia sebesar 33%. Artinya, peningkatan waktu kerja tidak dibarengi dengan efisiensi waktu yang digunakan. Banyak pekerjaan yang dilakukan belum efisien.

- Selanjutnya, tidak semua orang terbiasa membuat catatan dalam satu tempat, semacam notebook yang berisi segala catatan, ide, input, pendapat, dll. Catatan-catatan sering ditulis dan disimpan di kertas/tempat terpisah, sehingga akan mengalami kesulitan jika kita ingin kembali melihat catatan tersebut. Sebagai seorang kompasianer, membuat catatan-catatan ide yang muncul dalam notebook menjadi hal yang penting, mempermudah dalam proses penulisannya di Kompasiana

- Sangat dianjurkan untuk memanfaatkan buku agenda (atau yang dalam bentuk elektronik) yang digabungkan dengan calendar. Semua kegiatan, janji, baik yang bersifat pekerjaan maupun pribadi, dimasukkan didalam agenda tersebut, dan kita mempunyai cukup komitmen untuk disiplin pada agenda-agenda yang telah kita cantumkan tersebut. Pengalaman saya, program Microsoft Outlook, salah satu program yang dapat diandalkan sebagai agenda/kalendar elektronik.

- Keseimbangan antara kepentingan pekerjaan dan kepentingan pribadi (kepentingan keluarga – jika sudah berkeluarga) perlu diperhatikan. Itu sebabnya, agenda liburanpun perlu dimasukkan kedalam perencanaan (istilahnya… keseimbangan fisik dan spiritual).

Produktivitas dan efektivitas menjadi penting dan bermakna, tatkala kita bisa menyeimbangkan kehidupan kita. Terlalu sibuk dengan pekerjaan tetapi mengabaikan kepentingan pribadi/keluarga adalah tidak bijaksana, demikian pula sebaliknya.

Saya menggunakan istilah cecunguk di atas dalam konteks yang berarti penjahat/pencuri kecil-kecilan atau penjahat kelas teri (menurut KBBI). Pencuri di sini berarti jika kita bekerja dengan mengabaikan efisiensi dan efektivitas, kita sudah termasuk ‘mencuri’ hak kepentingan pribadi/keluarga yang mengakibatkan hidup tidak seimbang. Akumulasi ketidakseimbangan itu dalam waktu yang lama akan berdampak buruk baik bagi individu yang bersangkutan maupun pekerjaan itu sendiri. Seperti di sesi akhir training, semua peserta ditanya apakah pernah mengalami stress, apakah mengenal tanda-tanda stress (apabila muncul), dan bagaimana pengalaman menangani stress tersebut. Kalau kita dikendalikan oleh pekerjaan (tanpa kita pernah bisa mengendalikannya), kita sudah tergolong ‘cecunguk’ itu.

Merencanakan pekerjaan dengan cermat, bisa dimulai dari perencanaan mingguan, merupakan bagian yang amat penting untuk meningkatkan produktivitas individu yang akan bermuara pada penyederhanaan hidup kita nantinya (simplify your life).

Kita perlu menjadi ‘bos’ bagi diri kita dan perlu disiplin untuk mencapainya. Dan, sayapun salah satu yang masih dalam proses belajar menuju ke pencapaian itu.

Salam hangat Kompasiana. Bugi.


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User



SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012