Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Iwan Nugroho

Memulai dari hal kecil atau ringan. Penulis mengajar di Universitas Widyagama Malang. http://widyagama.ac.id/iwan-nugroho/ selengkapnya

Gorong-gorong

OPINI | 25 November 2009 | 05:53 Dibaca: 2118   Komentar: 0   0

Ada tulisan menarik di Kompas, Sabtu, 21 November 2009, berjudul Manusia Gorong-gorong, Buat Air Lancar Mengalir.  Penulis mencoba mengurainya berikut.

Gorong-gorong adalah bangunan yang dipakai untuk membawa aliran air (saluran irigasi atau pembuang) melewati bawah jalan, di bawah jalan, atau jalan kereta api (Wikipedia).  Ada dua fungsi gorong-gorong, pertama mengalirkan air, dan kedua sebagai jembatan.  Satu bangunan yang punya dua fungsi penting.

Dunia modern sekarang mengandalkan gorong-gorong untuk fungsi lainnya, misalnya saluran kabel telfon, listrik atau air bersih, khususnya di wilayah kota.  Luar biasa, dari pandangan mata sering tidak nampak tapi memberi manfaat nyata.

Karakter gorong-gorong dimiliki seorang entrepreneur.  Seorang entrepreneur senantiasa bekerja keras untuk menghasilkan nilai tambah.  Ia memadukan karakter kepemimpinan dan manajemen pemasaran, produksi, dan finansial.  Ia berpikir komprehensif bagi terciptanya nilai tambah untuk dirinya dan siapa saja.  Entrepreneur berpikir kepentingannya tidak akan survive tanpa partisipasi orang lain.  Hal yang sama, gorong-gorong pun menyediakan dirinya untuk manfaat bagi siapapun.

Pada saat tertentu, banjir dalam gorong-gorong dapat meluapkan air sehingga jembatan tidak berfungsi.  Hal sama juga dialami entrepreneur, ia tidak dapat memenuhi permintaan pasar karena keterbatasan kemampuan produksi.  Bahkan ketika sistem produksi tidak berjalan,  entrepreneur mengalami kerugian besar.

Karakter gorong-gorong adalah sebagai pengikat berbagai kepentingan dan manfaat, yakni irigasi/sanitasi, transportasi, listrik, telekomunikasi, air bersih dan layanan lainnya.  Hal ini sejalan dengan konsep modal sosial.  Modal sosial merupakan jalinan ikatan-ikatan budaya, governance, dan social behaviour yang membuat sedemikian rupa sehingga fungsi dan tatanan sebuah masyarakat  adalah lebih dari sekedar jumlah individunya.  Modal sosial  dan wujudnya sebagai kelembagaan inilah sumber dari legitimasi berfungsinya tatanan masyarakat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan pembangunan, maupun untuk kepentingan mediasi terhadap konflik dan kompetisi (Serageldin, 1996).

Karakter lain dari gorong-gorong adalah konsisten dan rendah hati.  Saat musim kemarau atau hujan ia tetap menjalankan fungsinya.  Ia tidak pernah meminta, ingin diperhatikan atau dipentingkan.  Manusia akan mendatanginya ketika merasa membutuhkan, misalnya karena terjadinya penyumbatan aliran air.

Sayangnya gorong-gorong tidak bisa tersenyum.  Andaikan bisa, gorong-gorong akan tersenyum kegelian karena ia sering ditempati orang karena alasan konyol.  Gorong-gorong nyaman untuk tempat sembunyi maling, orang berpacaran, atau buang air. He.. he…

http://iwanuwg.wordpress.com/

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 8 jam lalu

Skenario Menjatuhkan Jokowi, Rekayasa Merah …

Imam Kodri | 10 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 10 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 10 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

(H-8) Jelang Piala Asia U-19 : Skuad …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Saat Impian Negara Menjadi Aksi Keluarga …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 8 jam lalu

Misteri Coban Lawe di Lereng Gunung Wilis …

Nanang Diyanto | 8 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: