Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Syukur Setiyadi

I’m only an ordinary people. but I always try to have something special. something thats selengkapnya

Samsat Kudus, Cermin Reformasi Birokrasi dalam Public Service

REP | 17 November 2009 | 14:00 Dibaca: 2185   Komentar: 8   1

Kudus, Senin 9-November-2009

Telah lama masyarakat mendambakan sebuah bentuk pelayanan public yang profesional dari lembaga2 ataupun Dinas2 pemerintahan. Pengalaman saya dalam mengurus perpanjangan pajak STNK motor pada tgl 9/11/2009 di samsat kudus telah membuat saya terkesan dengan “perbedaan” yg ditampilkan oleh KANTOR BERSAMA SAMSAT KUDUS. Sebuah rasa enegh (baca :mual) saat dulu saya menginjakkan kantor2 pemerintah, Tiba2 hilang, yang timbul adalah sebuah bangga atas kemajuan yang telah dilakukan antara Pemerintah Propinsi Jawa Tengah-Kepolisian Daerah Jawa Tengah-PT(Persero) AK Jasa Raharja Cabang Semarang- dan tentu saja PEMKAB KUDUS sbg pemilik lokasi, bangga karena ke 4 instansi tsb menurut saya cukup berhasil membenahi sistem pelayan publik yg slama ini terkenal “mbulet”alias berbelit, tidak transparant & penuh pungutan menjadi sebuah lembaga yg Transparant, cepat pelayanannya & Modern (baca: tidak membingungkan walaupun untuk ukuranseorang petani, buruh pabrik & segala profesi kaum “Ngisoran” he3……(salah 1 nya saya tentu saja)..

Diawali dengan sebuah pemandangan gedung yang Rapi, halaman parkir bersih, penataan taman cukup asri…pastilah membuat kesan ceria pada tiap customer (masyarakat) yg baru mau melangkahkan kaki kedalam lingkungan SAMSAT…terletak di jl.Mejobo no.63, lokasinya terletak di tepi jalan utama sehingga mudah didapati.

Begitu sampai kita dipintu gerbang, petugas parkir akan langsung menyodorkan karcis parkir n stelah itu tinggal kita pilih mana tempat yg strategis utk bersandar motor ….(maklum sy msh naik motor, blm cukup dokunya buat beli setir bundar..he3..)..

Tidak Usah bingung stelah parkir..arahkan sj langkah anda ke gedung paling Timur/Kanan (bila kita menghadap kompleks samsat) . itu adlh gedung pendaftaran. tapi ingat,,siapkan dulu berkas spt Foto copy STNK , BPKB & KTP masing2 2X. taruh didalam map, warna map boleh sesuai selera. trus Taruh jg STNK Asli & KTP Asli didalam Map tsb. Tapi Ingat..BPKB JANGAN DIMASUKKAN KEDALAM MAP….!! cukup simpan saja BPKB, krn nanti hanya diminta menunjukkan saja pada saat verifikasi berkas tsb.

Ambilah kartu antrian untuk mendapatkan formulir pendaftaran. apabila anda bingung, Bapak Satpam sdh siap untuk membantu menarikkan kartu antrian dari mesin mencetak. Tidak perlu resah menunggu, krn sistim antrian telah diatur dengan layar nomor panggilan. Tidak perlu ada kekhawatiran akan diserobot orang lain ataupun selalu tersisihkan. Ingat nomor antrian anda, dan bergegaslah maju saat mesin pemanggil menyebut Nomor antrian anda.

stelah mendapatkan formulir pendaftaran, kita akan berpindah ke gedung disebelah tempat ambil formulir tadi. masuklah dan taruh saja berkas tsb di kranjang yg sdh disediakan petugas. INGAT…JANGAN TARUH BPKB anda di berkas anda tsb. Duduklah di kursi tunggu yg telah disediakan, pada saatnya nama anda akan dipanggil petugas. Tidak ada sistim calo disini, jadi jangan khawatir berkas anda akan dipinggirkan.

Pada saat nama anda dipanggil, anda akan diminta untuk menunjukkan BPKB ASLI kendaraan anda. disitu petugas akan memberi potongan formulir pendaftaran (SPPKB) dan prin out nomor antrian di loket pembayaran.

Stelah mendapatkan kartu antrian pembayaran, Anda hanya perlu duduk menunggu panggilan sesuai nomor antrian tsb…keunggulan pelayanan di SAMSAT ini adalah sistim antrian yg berjalan efektif krn diterapkan dg print out & layar antrian. serta krn disediakan tempat duduk yg cukup bagi para customer yg mengantri. sehingga suasana didalam ruangan menjadi teratur & tidak membuat pengantri capek.

disediakan pula koran gratis bagi masyarakat yg sedang menunggu, sehingga dapat menghilangkan rasa bosan..saya yakin walaupun diruang senyaman apapun, tapi kalo udah nunggu, pastilah merupakan pekerjaan yg membosankan. untunglah antrian pembayaran cukup cepat. sy dapat nomor antrian 69..loket pembayaran baru dibuka pkl 08.45, tapi pkl 09.30 saya sdh dapat giliran untuk membayar. cukup cepat bukan…??

Selepas membayar, berikutnya anda akan mendapat panggilan untuk menerima slip pembayaran pajak beserta plastik pembungkusnya. sebagaimana biasa, jadikanlah satu dengan STNK……akhirnya…jadi jg saya membayar pajak motor saya..karena saya telat,,,denda 38 rb terpaksa sy terima..tapi apapun, sy harus secara fair mengakui bahwa pelayanan publik di kantos SAMSAT ini cukup baik..sesuai slogan nya Kami Memang belum Sempurna, Tetapi Kami Selalu Berusaha..

Mudah2an unit2 pelayanan publik lainnya dapat berbenah seperti kantor SAMSAT Kudus yg saya sampaikan diatas…

Oya..jangan lupa kalo pas ke kantor samsat, mampirlah beli dawet yg ada didepan kantor samsat tsb…rasanya MakNyus lho..cuma 1500 rupiah lagi…bener2 murah Bro…

So..akhirul kata saya mhn maaf bila ada pihak2 yg tersingguna dengan tulisan sy ini, apapun saya cuma rakyat biasa yg mencoba mengkritisi pemerintahan dengan cara yg saya anggap Positif….





Tags: samsatkudus

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | | 31 October 2014 | 22:32

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | | 31 October 2014 | 08:42

Hati Bersih dan Niat Lurus Awal Kesuksesan …

Agung Soni | | 01 November 2014 | 00:03

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Wakatobi, Potongan Surga yang Jatuh ke Bumi …

Arif Rahman | 8 jam lalu

Danau Poso, Keelokannya Melahirkan Rindu …

Jafar G Bua | 8 jam lalu

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 10 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 10 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: