
Dulu di awal tahun 2000an acara siaran langsung bisa dihitung dengan jari. Acara siaran langsung ada hanya saat stasiun televisi berulang tahun. Atau ada cara-acara kenegaraan dan acara penghargaan hiburan seperti musik, film dan pertelevisian.
Semakin pesatnya teknologi di akhir tahun 2000an, acara-acara bertajuk live tak berkutat pada ulangtahun dan program special. Hampir semua stasiun televisi menayangkan acara-acara livenya. Kebanyakan acara musik dan talkshow juga berita.
Acara-acara musik seperti Dahsyat, Inbox dan Dering ditayangkan setiap hari dan live. Acara talkshow seperti Bukan Empat Mata, Apa Kabar Indonesia Malam? hadir juga tak mau kalah. Begitu pun dengan acara-acara berita seperti Metro Pagi, Metro Hari ini, Apa Kabar Petang, Seputar Indonesia, Reportase dan Liputan 6 juga disiarkan secara langsung. Hebatnya lagi acara persidangan dan sidang juga disiarkan secara langsung…ck..ck….
Apa dampak acara berlabel siaran langsung? Tentu saja ada sisi positif dan negatifnya. Sisi positifnya informasi dapat langsung diterima. Sedangkan sisi negatifnya adalah tak ada editing untuk bagian-bagain yang tidak layak ditonton.
Sebut saja acara 4M (Makin Malam Makin Mantap) yang sekarang dicut penayangannya. Acara yang dipandu Tora Sudiro dan Vincent itu saat live dan sesi quiz yand dipandu suster keceplosan ‘kata’ yang tak pantas untuk didengar. Sama juga dengan nasib Empat Mata yang sempat dicekal karena adegan yang tak pantas. Dua acara talkshow itu dipandu secara live. Sehingga bagian-bagian yang seharusnya tidak dilihat/didengar tersiar luas.
Belum lagi acara-acara live kadang mencuatkan sesuatu yang tak terduga sebelumnya. Apa Kabar Petang contohnya, saat menginterview Anggodo terbongkarlah beberapa hal penting. Begitu pun saat Seputar Indonesia mewawancarai Manohara Pinot, terkuaklah sesuatu yang mengejutkan tentang Manohara.
Acara live yang mengalami gangguan teknis pernah memperdengarkan suara Nova Rini yang “marah-marah” saat Liputan 6 Pagi berlangsung. Belum lagi suara-suara produser pelaksana saat on air atau menjelang iklan.
Nah, melihat fenomena ini banyak masyarakat yang mengadukan ke kpi.go.id terkait keceplosan kata-kata saat acara live berlangsung. Sehingga acara-acara tersebut langsung dicut. Beberapa lagi menyayangkan acara persidangan Antasari yang ditayangkan langsung. Sehingga pembacaan saat sidang yang terkesan vulgar terlukiskan dengan jelas.Hal inilah yang membuat KPI akan melarang siaran acara langsung.
Jika acara siaran langsung ditiadakan KPI akses informasi barangkali tidak cepat. Apalagi acara olahraga dan berita. Tapi ternyata tidak semuanya loh! Karena hanya acara-acara tertentu saja yang dilarang untuk disiarkan secara langsung. Misalnya acara persidangan dan acara sidang wakil rakyat.
Well, membuat acara live sebaiknya tetap didasari pada norma-norma yang berlaku. Apalagi program tersebut disaksikan seluruh masyarakat Indonesia. Lebih negrinya lagi anak-anak yang melihat! Kan tahu sendiri, anak-anak itu pengcopy paste tebaik di seluruh dunia ini. So…….
gambar from: http://newsanchoradmirer.wordpress.com
Bisnis kuliner menjamur dimana-mana. Bila Anda pernah menikmati hidangan atau masakan yang unik atau pernah
