Artikel

Sosbud

TERIMA KASIH POLISI


OPINI | 14 November 2009 | 19:24 Dibaca: 338   Komentar: 9   Nihil

Teman saya bertengkar dengan isterinya. Karena pertengkaran sudah sangat memuncak sehingga sang isteri mengejar suaminnaya pakai parang. Teman saya lari mencari perlindungan di kantor polisi. Komandan polisi sampai heran, sebab selama puluhan tahun bertugas, baru sekali ini ada orang yang tak bersalah meminta untuk dimasukkan di sel .

Isterinya menyusul. Setelah mengetahui bahwa suaminya minta masuk sel. Sang isteri pun minta agar dia juga dimasukan dalam sel bersama suaminya.

Maksudnya, saya hanya ingin mengatakan bahwa jasa polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat sangat besar, walau tidak menutup mata atas kondisi kepolisian yang diduga masyarakat banyak penyimpangan, banyak markus dan yang serba negatif lainnya.

Saya ingin menulis tentang polisi dari sisi lain. Berbeda sisi pandang dari tulisan (opini) belakangan ini terkait dengan masalah Bibit Chandra, Antasari yang ada dugaan publik adanya rekayasa.

Kalau polisi tersudut, disudutkan atau apapun istilahnya, maka hal itu sesuatu yang wajar di-era reformasi. Kan kita bebas meengeluarkan pendapat, bebas beropini.

Tapi, tulisan ini tidak bermaksud menutup kecurangan, kelemahan yang dilakukan oleh oknum polisi dan institusi polisi. Seperti itu kondisi polisi kita dan tentu bisa begitu disebabkan banyak aspek. Sangat luas sekali. Artinya, kita tidak hanya dapat menyalahkan polisi saja.

Sebagai contoh, ketika ada perekrutan polisi yang ditenggarai ada pungutan liar, harus menyediakan dana sekian puluh juta rupiah, maka kesalahan itu bukan hanya boleh ditimpakan kepada institusi kepolisian yang merekrut itu. Kan masyarakat juga yang gemar menyogok. Kenapa masyarakat mau-maunya menyogok ? Karena menginginkan anaknya lolos jadi polisi. Padahal ada banyak yang lebih pantas direkrut, tapi karena tidak memiliki uang sehingga yang tidak pantas, tapi memiliki uang banyak yang berhasil lolos.

Contoh lain adalah yang terjadi di jalan raya. Polisi dipersalahkan. Ada istilah prit jigo. Ada istilah salam tempel. Kalau ada oknum polisi lalu lintas yang nakal, sebenarnya yang seperti itu sudah lama berlangsung.

Ketika saya masih anak-anak, sekitar tahun 60-an, ada sebuah lagu yang sering kami anak-anak nyanyikan. Syairnya pendek, begini :

Inilah dia polisi lalu lintas .

Dikasi kansas mau comodore.

Kansas itu nama rokok yang lebih murah dibandingkan dengan rokok comodore. Nah, pembaca paham kan pesan lagu itu.?

Tapi, kondisi yang tidak beres di jalan raya itu bukan semata-mata kesalahan polisi. Masyarakat tidak disiplin dalam berlalu lintas. Sudah tidak ada SIM, tidak ada STNK, tidak pakai helm, ngebut lagi. Ketika dihentikan polisi lalu lintas, didekati – sang polisi belum sempat mengeluarkan sepatah kata pun, malahan sudah ditawari damai dengan merogoh saku, mengeluarkan dompet.

Polisi bukan hanya ada di Jakarta. Polisi bukan hanya ada di kota-kota besar. Polisi ada sampai di desa-desa. Urusan Bibit Chandra adalah urusan kepolisian tingkat Mabes Polri, urusan jenderal-jenderal. Soal ada rekayasa, boleh jadi benar adanya. Boleh jadi tidak benar. Nanti pengadilan yang akan menentukan. Kan sudah ada TPF. Ada petinggi-petinggi di DPR sana. Ada LSM, ada pengamat, ada tokoh-tokoh nasional yang mengurus masalah itu.

Polisi yang ada di daerah, yang ada di kabupaten, yang ada di desa-desa harus tetap tegar, harus tetap konsisten dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Tidak harus terpengaruh dengan situasi dan kondisi di Jakarta.

Polisi tetap dibutuhkan masyarakat. Polisi tetap membutuhkan masyarakat.

Banyak yang sudah dilakukan oleh polisi terkait dengan tugas dan fungsi kepolisian sesuai dengan amanat undang-undang.

Justru masyarakat kadang lupa berterima kasih. Memang benar bahwa polisi melakukan tugas sesuai dengan kewajibannya, digaji oleh negara. Tapi bukan berarti masyarakat harus menafikan atau menyepelekan jasa polisi.

Tak berelebihan kalau masyarakat sekali-sekali mengingat jasa polisi dan jangan lupa mengucapkan terima kasih polisi.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: