Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Katedrarajawen

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis" ______________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan selengkapnya

Selingkuh dengan Menantu!!! Dosa Apakah Ini???

OPINI | 14 November 2009 | 06:22 Dibaca: 78204   Komentar: 39   0

Kapankah kita bisa menjadikan dosa itu tak menarik lagi, sehingga membuat kita jijik dan muak???


Saya pernah dengar cerita ini, entah benar atau cuma khayalan , tapi setelah saya selami ada pembelajaran yang bisa didapatkan untuk kehidupan!

Terdapatlah seorang wanita pengusaha sukses umur lima puluhan dan telah menjanda belum lama tapi masih oke punya. Punya anak wanita semata wajang umur dua puluh limaan, cantik dan seksi pula . Kini anaknya telah menikah dengan seorang pria pujaannya tidak jauh beda umurnya, dua puluh tujuh tahunan.

Kemudian sang menantu pria ini diberikan kedudukan pada salah satu perusahaan wanita kaya ini. Semuanya berjalan biasa-biasa saja awalnya, seperti hubungan keluarga saja. Namun entah mengapa lama kelamaan, sang mertua mulai sering menggoda , mungkin karena kesepian juga.

Dengan mulai sekedar curhat-curhat biasa sampai menjurus ke masalah sex segala. Sang menantu tentunya tidak berani macam-macam dan masih menghormati wanita separuh baya ini sebagai boss sekaligus mertuanya. Ia berusaha menjaga jarak dan menanggapi seadanya.

Entah mengapa sang mertua ini ada timbul rasa suka pada menantunya yang memang tampak gagah dan mempesona. Ia seakan-akan lupa bahwa pria itu adalah suami anaknya sendiri. Begitulah kalau sudah lupa daratan dan nafsu yang tak tertahan.

Diaturlah agar ia bisa selalu bersama berduaan dengan menantunya dengan berbagai alasan. Minta diantar belanjalah, menemani menemui klienlah, atau sekedar cari hiburan di cafe.

Pada suatu hari direncanakanlah untuk mengadakan rapat keluar kota. Sang anak tentunya tidak akan curiga dengan ibunya sendiri kalau punya rencana lain selain rapat kerja. Sang menantu pun tidak menduga.

Senangnya sang mertua berpikir akan rencananya yang pasti akan berhasil untuk mendapatkan kehangatan dari seorang lelaki yang sudah lama tidak ia dapatkan.

Benar saja pada malam pertama, sang mertua sudah melancarkan aksinya. Ia minta ditemani dikamarnya dengan alasan untuk ngobrol-ngobrol saja dan ada sedikit hal yang mau dibahas bersama.

Tetapi sebenarnya ia sudah punya rencana lain yang sudah dibawa sejak berangkat dari Jakarta. Saat berduaan dalam kamar, mulailah ia melancarkan jurus - jurus mautnya, sang menantu menjadi risih dan berusaha menghindari.

Tapi entahlah, namanya juga lelaki yang normal dan iman masih sekedarnya, apalagi dengan semakin gencarnya sang mertua yang sudah kerasukan itu terus menggodanya dan mulai berani meraba kesana sini.

Memang akhirnya sang menantu takluk juga. Maka terjadilah permainan itu, dan sang menantu merasakan kaget juga, ternyata permainan mertuanya lebih dahsyat daripada istrinya sendiri.
Gila, bisa ketagihan nih, gumamnya!

Sang mertua terlihat sangat puasnya dengan senyuman yang terkulum setelah permainan itu selesai . Tinggal sang menantu yang terlihat sedikit menyesal dan merasa bersalah begitu mengingat wajah istrinya.
Tapi sang mertua menenangkan dengan sebuah pelukan.

Selanjutnya adalah cerita ini terus berlanjut dengan acara-acara rapat diluar kota dan bahkan acaranya sudah sampai keluar pulau dengan alasan mau ekspansi. Semua itu hanya alasan untuk bercumbu saja.

Tetapi bagaimanapun juga namanya manusia masih punya keinginan baik, karena sang menantu merasakan sebuah perang batin dan dan merasakan sebuah kesalahan, berniat mengakhiri kisah kelam ini untuk menjadi suami yang baik bagi istrinya.

Tetapi dilain pihak sang mami yang sudah lupa diri ingin terus begini, tak ingin kisah yang membara diakhiri.

Kalau tidak mau rahasia ini terbuka. Dijanjikan pula bila sang mantu tetap bersedia jadi selingkuhan maka seluruh harta akan diwariskan untuknya. Oh, timbul lagi sebuah godaan dan timbul perang batin, harus pilih yang mana?

Bisa dibayangkan, anaknya dapat, ibunya juga rela dinikmati, dan sekarang  dapat warisan lagi, rasanya memang pilihan yang sulit untuk ditolak!
Sampai kapan kisah ini harus berlanjut?
Entahla…..

Seringkali perbuatan dosa itu menghampiri hidup kita tanpa disadari dan pada kesempatan itu tidak bisa ditolak karena terdesak oleh keadaan.

Lalu kita menjalani dan menikmati dosa itu, tapi suatu ketika timbul kesadaran akan kesalahan yang kita lakukan dan ingin mengakhirinya pastilah ada saja penghalangnya dan seringkali kita terjerumus lagi semakin dalam, karena kita tak kuasa untuk keluar dari cekraman dosa ini.

Dalam hal ini adalah bahwa sebuah keinginan saja belumlah cukup kalau tidak diiring oleh sebuah tekad yang kuat dan kesadaran yang mendalam. Kita terjebak dengan perangkap kehidupan ini akan kenikmatan dosa.

Tetapi kita bisa dan dapat mengakhiri semuanya, pada saat kita sungguh-sungguh menyadari dosa itu tidak menarik lagi dan ia adalah hal yang menjijikan dan memuakan!

Tibalah saatnya, ya sekarang juga untuk memulai !!!

Tags: menantu

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Petualangan Anak Indonesia” …

Tjiptadinata Effend... | | 31 August 2014 | 11:15

Penghasilan Ideal Penulis Indonesia, Berapa? …

Bambang Trim | | 31 August 2014 | 12:37

Asyiknya Belajar dengan Mind Map …

Majawati Oen | | 31 August 2014 | 11:24

Senja Kala Laut Mati …

Andre Jayaprana | | 31 August 2014 | 13:15

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Sisi Lain Kasus Florence Sihombing …

Yeano Andhika | 3 jam lalu

Jokowi Melakukan Kebodohan Politik Besar? …

Daniel Yonathan Mis... | 6 jam lalu

Jokowi Tidak Tahan Lama …

Kokoro ? | 8 jam lalu

Usulan Hebat Buat Jokowi-Prabowo Untuk …

Rahmad Agus Koto | 10 jam lalu

Oknum PNS Memiliki Rekening Gendut 1,3 T …

Hendrik Riyanto | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Mudahnya Membelah Cologne Dalam Hitungan …

Gaganawati | 8 jam lalu

Ahmad Hanafi Rais, Embrio Regenerasi …

Adrianus Malaloi | 8 jam lalu

Pemanasan Global dan Perubahan Keseimbangan …

Dino Fitriza | 9 jam lalu

Berjodoh, Ditangan atau Kehendak Tuhan? …

Lindung Pardede | 9 jam lalu

Hukumlah Florence di Media Sosial, Jangan …

Jonminofri Nazir | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: