Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Palopo Today

Informasi Hari Ini, Baca Sekarang..!!!

Polisi Korban “Papporo” di Lutra Dirujuk ke Makassar

REP | 04 November 2009 | 18:19 Dibaca: 956   Komentar: 0   0

Illustrasi

PALOPO — Anggota kepolisian, Briptu Yulianus Patinggi, yang jadi korban senjata rakitan jenis papporo di bagian matanya, saat ini kondisinya masih kritis, sehingga dirujuk untuk menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara, Makassar. Perang kelompok antar pemuda di dua desa di Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Senin (2/11), mengakibatkan polisi Polres setempat tersebut terkena peluru nyasar (Kompasiana,3/11).

Kapolsek Sabbang AKP Rudiyono mengatakan hingga saat ini kondisi anggotanya yang terluka tersebut sudah berangsur membaik. “Saat ini yang bersangkutan dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani perawatan terkait luka yang diakibatkan peluru senjata rakitan tersebut,” ujarnya.

Dalam peristiwa tersebut, Yulianus, yang merupakan anggota kepolisian dari Pospol Dandang, menderita luka serius akibat mata kanannya terkena peluru nyasar dari senjata api rakitan. Yulianus terluka saat berusaha mengamankan pertikaian itu.

Sementara itu asukan Brimob Polres Luwu Utara saat ini standby di lokasi perang kelompok antarpemuda Desa Tarue dan Desa Dandang, Senin (3/11). Kepala Kepolisian Resor Luwu Utara AKBP Khoirud Tauchid mengatakan sejauh ini pihaknya sudah mengamankan dua desa bertikai dan sejak kemarin kondisi dinilai sudah mulai kondusif.

Menurut Kapolres pihaknya juga sudah membentuk tim guna menggodok perjanjian damai antara dua kelompok warga yang bertikai. “Sudah ada tim yang kami bentuk, yakni yang berasal dari tokoh masyarakat di dua desa tersebut, dan kami serahkan sepenuhnya kepada mereka untuk menggodok perjanjian damainya,” ujar Khoirut saat dikonfirmasi via selular, kemarin.

Dia menambahkan, hasil penggodokan perjanjian damai itu, nantinya akan dikbawa kepada Pemerintah kabupaten luwu utara untuk selanjutnya ditandatangi oleh kedua belah pihak dihadapan Muspida dan instansi terkait.

Namun, Kapolres mengaku pihaknya juga hingga kini belum mengetahui persis apa penyebab pecahnya tawuran antar warga tersebut. Dia menilai, tawuran tersebut diduga diakibatkan dendam lama antara warga di dua desa tersebut.

Khoirut menegaskan untuk mengantisipasi ketertiban dan keamanan di dua desa tersebut Polres telah menerjunkan Pasukan sebanyak 21 personil yang dibagi dalam tiga regu yang secara bergatian sabanyak 7 orang setiap delapan jam.

“Kami dari kepolisian tidak ingin menyakiti masyarakat karena itu kami meminta agar masyarakat juga memahami tugas dari kepolisian dalam melakukan pengamanan dan ketertiban,” jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui Wakil Bupati Luwu Utara Arifin Junaidi meminta agar kepolisian segera menyikapi dalang di balik tawuran antar kelompok yang terjadi di Kecamatan Sabbang, kemarin.

Menurut Arifin, sikap tegas dibutuhkan agar otak dibalik tawuran antar kelompok bisa segera ditindak sesuai proses hukum, selain itu agar persoalan yang memicu terjadinya tawuran dapat segera diselesaikan. Menurutnya, setiap yang melakukan pelanggaran yang dilakukan agar ditidak sesuai dengan proses hukum tampa pandang bulu demi tegaknya hukum yang berlaku.

“Kami sangat menyesalkan kejadian yang terjadi itu, sebab kejadian itu terjadi disaat kami tengah mengupayakan agar tercipta kedamaian dan ketenangan dilingkungan masyarakat, dan kami meminta agar kepolisian bisa mengusut tuntas kasus ini agar dikemudian hari tidak terulang kembali,” ujar Arifin saat meninjau ke lokasi TKP denga melakukan pertemuan perdamaian, kemarin.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan provokasi dan ajakan dari pihak pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin mengganggu ketenangan dilingkungan masyarakat seperti yang terjadi di Desa Tarue dan Dandang tersebut.

Sementara itu, pertemuan perdamaian di Kantor camat Sabbang bersama Kapolres AKBP Khoirut Tauhid, Asisten I Kasrum, Kapolsek Sabbang AKP RUdiyono, danramil Sabbang  Suwardi, Camat Sabbang Aries Setiawan dan Kedua kepala Desa tarue dan Dandang.

Pada pertemuan tersebut Arifin Junaidi mengatakan setelah bebrapa waktu lalu telah dilakukan kesepakatan yang difasilitasi oleh pemerintah. Arifin mengaharpkan agar bentrok tersebut segera damai yang lahir dari kelompok bertikai. ” saya yakin kedua belah pihak tidak mengiginkan yang namanya pertikaian. Karena itu saya datang ini sebagai bagian dari keluarga untuk bersamasama membicarakan perdamaian,” tandasnya.(Asrul/asa)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Petualangan Anak Indonesia” …

Tjiptadinata Effend... | | 31 August 2014 | 11:15

Penghasilan Ideal Penulis Indonesia, Berapa? …

Bambang Trim | | 31 August 2014 | 12:37

Asyiknya Belajar dengan Mind Map …

Majawati Oen | | 31 August 2014 | 11:24

Senja Kala Laut Mati …

Andre Jayaprana | | 31 August 2014 | 13:15

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Sisi Lain Kasus Florence Sihombing …

Yeano Andhika | 3 jam lalu

Jokowi Melakukan Kebodohan Politik Besar? …

Daniel Yonathan Mis... | 6 jam lalu

Jokowi Tidak Tahan Lama …

Kokoro ? | 8 jam lalu

Usulan Hebat Buat Jokowi-Prabowo Untuk …

Rahmad Agus Koto | 10 jam lalu

Oknum PNS Memiliki Rekening Gendut 1,3 T …

Hendrik Riyanto | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Mudahnya Membelah Cologne Dalam Hitungan …

Gaganawati | 8 jam lalu

Ahmad Hanafi Rais, Embrio Regenerasi …

Adrianus Malaloi | 8 jam lalu

Pemanasan Global dan Perubahan Keseimbangan …

Dino Fitriza | 9 jam lalu

Berjodoh, Ditangan atau Kehendak Tuhan? …

Lindung Pardede | 9 jam lalu

Hukumlah Florence di Media Sosial, Jangan …

Jonminofri Nazir | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: