Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Katedrarajawen

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis" ______________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan selengkapnya

Selingkuh Itu Indah. Tapi…..

OPINI | 02 November 2009 | 18:00 Dibaca: 1215   Komentar: 4   1

TIDAK PRIA, TIDAK WANITA , SELINGKUH JUGA

Untuk jaman sekarang, yang namanya selingkuh rasanya bukan hal yang aneh lagi. Sampai-sampai kepanjangannya juga keren, selingan indah, yang penting keluarga utuh! Diantara sepuluh teman saya, 8 orang pernah selingkuh, dan mereka tidak perlu merahasiakannya. Buat apa malu atau takut, selingkuh itu wajar kok bagi seorang lelaki, untuk merasakan suasana baru agar tidak bosan, begitu mereka beralasan. Sebagai lelaki umumya saya pun pernah berpikiran begitu, apalagi saat-saat dalam rumah tanggga ada masalah. Tapi hati ini kok rasanya tak mengijinkan ya? Memang setelah melalui perenungan, ternyata selingkuh itu menjadi hal yang tidak wajar lagi. Sama halnya dengan sebuah penghianatan atas cinta kepada pasangan kita. Tapi kenyataannya pada saat ini yang menjadi pelaku selingkuh itu bukan hanya kaum pria saja, wanita juga tidak mau kalah. Mungkin mereka dendam juga atau tak mau kalah, kalau lelaki bisa, wanita juga bisa. Tak aneh, kalau masing-masing pasangan dalam rumah tangga, punya pacar lagi diluaran. Suami kerja keluar, ada waktu, disempatkan jalan-jalan dengan pacarnya. Sang istri cari kesempatan, mumpung suami tak ada, mengundang pacarnya datang ke rumah untuk senang-senang. Ini kenyataan lho, terjadi disekitar kita! Istri sering cerita kalau teman-temannya melakukan hal itu dengan enjoy. Karena para istri ini yakin suami mereka itu pasti ada selingkuhan diluar. Daripada capek-capek untuk membuktikan dan ribut-ribut, lebih baik cari selingkuhan juga. Demikian asumsi mereka.
MENGAPA HARUS SELINGKUH?
Siapa yang tidak pernah selingkuh? Kenyataannya masalah selingkuh sudah menjadi tren hidup jaman sekarang. Yang tidak selingkuh malah dibilang ketinggalan jaman dan tidak keren. Gawat! Makanya istri dirumah takut setengah mati kalau saya punya selingkuhan, apalagi saya kerjanya diluar kota. Dan saya tak tahu bagaimana menjelaskan bahwa saya tak akan terpengaruh. Hanya karena teman-temannya suaminya pada selingkuh. Saya hanya bilang, jangan samakan aku dengan mereka hehehe. . . Seseorang melakukan selingkuh kalau bukan karena penyakit, pasti ada masalah dalam rumah tangganya atau di otaknya. Kurang komunikasi dan tidak memahami tentang hidup berumahtangga. Dan yang jelas satu hal lagi yang penting adalah tidak mendapatkan kepuasan dalam hubungan suami istri. Tapi menurut saya itu cuma kambing hitam saja, sebenarnya setiap masalah itu ada jalan keluarnya. Kembali lagi kepada masalah komunikasi. Kalau memang tidak puas dengan pasangan, kemukakan saja dan cari solusinya. Bukannya cari selingkuhan atau jajan. Ini cuma pengalaman saya tentang pentingnya komunikasi antara suami istri. Kalau kita memang saling mencintai dan masing-masing punya komitmen untuk membina rumahtangga yang bahagia, maka kita bisa dengan tegas mengatakan, NO WAY, pada selingkuh.
PASTI ADA SOLUSINYA UNTUK TIDAK SELINGKUH
Setiap masalah pasti ada jalan keluar kalau kita mau berusaha untuk mencarinya. Khususnya dalam hal berumahtangga, sehingga tidak timbul yang namanya perselingkuhan yang bisa berujung pada perceraian. Hanya beberapa pengalaman dan masukan, karena saya bukan ahlinya dalam bidang ini. Beberapa poin yang bisa saya catat :
~ Tingkatkan keimanan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Sehingga selingkuh itu menjadi bukan hal yang menarik lagi. ~ Tanamkan komitmen bersama pasangan untuk membina rumahtangga yang sesungguhnya.
~ Selalu ingat tanggungjawab kepada keluarga dan anak-anak. ~ Kalau ada masalah selalu dikomunikasikan untuk mencari jalan keluarnya. ~ Cari cara-cara bagaimana membahagiakan pasang dengan selalu memberikan perhatian. ~ Saling mengingatkan dan mendoakan agar pasangan tidak tergoda dan dikuatkan imannya. ~ Jangan punya prinsip sesekali tak apa-apa. Karena setelah ada satu kali akan tercipta dua kali, tiga kali dan kali-kali seterusnya.
Saya percaya, masih banyak solusinya yang lebih baik lagi. Rumahtangga atau keluarga adalah sangat penting sekali, karena didalamnya terdapat yang namanya anak-anak. Jangan masalah orangtua yang kerjanya hanya bisa selingkuh, sehingga kita lalai memperhatikan dan memberikan kasih sayang _ minimal sudah terbagi dan berkurang _ pada mereka. Dan mereka tumbuh tanpa arah dan kehilangan harapan. Keluarga yang bisa saling mencintai dan menjaga akan ada bahagia. Kalau sudah bisa menikmati bahagia, bukankah sudah bisa seperti di surga?!
Jadi, Jangan salahkan aku bila tidak ikutan selingkuh!
Semoga ini adalah harapan kita bersama. . .

Tags: selingkuh

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 12 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 15 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 19 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 20 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: