Artikel

Sosbud

Yoe

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

saya menulis elok di buku garis 5, mengarang bebas di kertas folio, kemudian teknologi mempertemukan saya dengan komputer, maka saya menulis di tut..tut keyboard-nya... dan memotret dengan lensa-bernama Canon... kini, saya bertemu angka, meja kerja, dan akhirnya duduk di kursi. tapi, saya tetap akan menulis... e-mail:yusako@yusako.com blogsite: http://yusako.com

Mencacah Cinta Dari Surabaya


REP | 02 November 2009 | 21:06 Dibaca: 194   Komentar: 0   1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik

(prolog) aku ingat kalau aku dulu pernah tercatat sebagai penyair, pencipta kata - yang kubuat dengan sesadar-sadarnya untuk menegaskan kalau bukan kau saja yang mampu membuat orang jatuh cinta… dan sekarang aku akui, separuh sajakku telah mati suri; tapi ia pasti akan bangkit kembali. aku yakin suatu hari nanti itu terjadi. aku dan jiwaku bersatu kembali. Sajak ini adalah tanda, kebangkitannya… berkumpulnya nyawa sajakku.

Mencacah Cinta Dari Surabaya

- buat mr

tiada yang mesti dituliskan
pun yang mesti diuntaikan
dari damendamen yang telah diperam
berbulanbulan…

seperti memingit gadis di lumbung padi
menyiapkan sesajen persembahan buat yang mati

dari seorang maesenas surabaya
aku belajar mencacah cintanya.
roemahroempoet, Agustus 2007

repost: di sini http://marcapada-puisi.blogspot.com/2007_08_01_archive.html

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: