Artikel

Sosbud

Aditia Ekalaya

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Lahir di Bandung, besar di Cilegon Banten, nakal di Bandung, merasakan pedih nya menuntut ilmu di Sydney Australia, bercinta di Bandung lagi, belajar hidup mandiri di Jakarta sampai akhirnya mencari rejeki di Kramatwatu Banten... oiii Rejeki, where are youuuu ??

Padam


REP | 22 October 2009 | 12:21 Dibaca: 135   Komentar: 0   Nihil

Sobat saya mengeluh kurang tidur karena kemarin malamnya daerah dimana dia tinggal terkena pemadaman listrik selama 7 jam. Anak-anaknya terbangun dan tidak bisa kembali tidur karena fasilitas AC dan kipas angin yang notabene membutuhkan suplai listrik mati.
Dengan sangat terpaksa dia dan sang istri mengipasi anak-anak sampai listrik kembali hidup.
Sang sobat sebenarnya masih beruntung karena hanya mengalami pemadaman listrik hanya semalam..

Saya hanya bisa tertawa dan membandingkan kejadian yang menimpa daerah pemukiman saya ketika terjadi gangguan Interbus Trafo I Gardu induk kembangan dan Interbus II Gardu induk Cawang tanggal 27 september yang lalu.
Pemadaman listrik yang terjadi karena gangguan Interbus tersebut hampir membuat sebagian daerah saya lumpuh. Satu minggu lebih kami menderita karena PLN melakukan pemadaman bergilir.
Siang hari mulai jam 11 sampai jam 4 sore kami tidak mendapatkan pasokan listrik. Malam hari mulai jam 12 sampai dengan jam 4 subuh kembali daerah kami menjadi gelap gulita.
Insiden tersebut menurut PLN akan terus berlanjut sampai tanggal 9 oktober.
Sebenarnya tanpa adanya pemadaman bergilir pun daerah kami sudah cukup menderita.
Dalam sebulan minimal terjadi pemadaman listrik 4 kali.

Parahnya pasokan air di perumahan saya mengandalkan pompa yang disediakan oleh pihak developer, dan karena membutuhkan listrik untuk beroperasi, otomatis pasokan air terhenti.
Baiklah… Masalah pasokan air kami sekeluarga bisa mengatasinya dengan mempersiapkan cadangan air sebelum terjadi pemadaman listrik.
Hal yang lebih parah terjadi ditempat usaha saya.
Karena mayoritas alat-alat kerja saya menggunakan tenaga listrik otomatis usaha saya menderita kerugian yang cukup besar. Banyak pekerjaan yang terbengkalai, bahkan saya harus menolak konsumen karena pasokan tenaga listrik yang paling hanya cukup untuk beberapa jam saja.
Imbas nya… Karena pemasukan sedikit dengan terpaksa saya harus nombok untuk membayar gaji karyawan saya.

Beres satu masalah datang masalah berikutnya..
Peralatan elektronik di rumah mulai bermasalah karena terlampau sering hidup dan mati secara tiba-tiba.
Beruntung saya memiliki karyawan yang piawai perihal elektronik sehingga biaya perbaikan bisa ditekan seminim mungkin.

Akhirnya… Pas tanggal 9 oktober.
Saya berharap situasi dirumah dan di tempat usaha saya akan kembali normal.
Tapi harapan saya mungkin tidak didengar oleh PLN. Beberapa hari yang lalu terjadi lagi pemadaman listrik 2 kali dalam semalam !
Ironisnya sebelum terjadi pemadaman listrik tersebut, saya dan tetangga menjadi ‘ saksi ‘ pemutusan suplai listrik terhadap rumah tetangga di komplek perumahan kami. Alasan sang petugas, pemilik rumah belum membayar tagihan listrik bulan tersebut.
Saya memang pernah membaca di surat kabar daerah bahwa jika belum membayar tagihan listrik sampai tanggal 20 setiap bulannya akan dilakukan pemutusan suplai listrik.
Telat bayar ya resikonya diputus dah… Giliran pasokan listrik jeprat jeprut PLN cuma bisa MEMOHON MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA !
Secara pribadi saya pikir ini peraturan sepihak yang semena-mena.
Apa tidak ada perlindungan konsumen terhadap pelayanan PLN yang seenaknya ini ?

Tanpa sengaja saya juga pernah membaca jika PLN akan memberikan discount 10% untuk pembayaran tagihan listrik.
MAAF! Kerusakan dan kerugian yang dialami oleh para pelanggan PLN tidak bisa diobati hanya oleh discount 10%.
Seharusnya PLN bertindak lebih profesional!
Jika pelayanan listriknya tersendat sudah sepatutnya PLN memberikan ganti rugi yang pantas.

Untuk sebuah perusahaan yang sudah ubanan mengurusi setrum kenapa PLN tidak bisa memberikan pelayanan yang lebih baik ?
Pemberitahuan tentang rencana pemadaman listrik saja tidak tersosialisasi dengan baik.
Mungkin ada benarnya jika PLN diganti saja dari Perusahaan Listrik Negara menjadi Perusahaan Lilin Negara.
Dengan catatan ketika akan terjadi pemadaman listrik langsung dibagikan lilin gratis.

Sayang sekali tidak ada perusahaan lain yang mau menjadi pesaing PLN…
Pemerintah juga terkesan membiarkan PLN bertindak semena-mena…
Entah sampai kapan hal ini akan terus berlangsung….

Tapi jika suatu saat PLN bisa bertindak layaknya perusahaan profesional yang bisa memberikan pelayanan terbaik, harap hubungi saya dan warga Kramatwatu Banten lainnya.
Untuk sementara ini kami sibuk mencari lilin yang mendadak hilang dari warung-warung terdekat…

Maaf jika ada kata yang membuat anda tersinggung.
Ini hanya ungkapan kekesalan pribadi saya semata.
Maafkan juga jika ada hal-hal yang salah atau tidak sesuai dengan data karena saya hanya mengandalkan ingatan saya semata.

Salam dari Banten !

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: