Kompasiana
Jumat, 10 Pebruari 2012

Sosbud

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Ayahnya Asti

Saya seorang praktisi dibidang pelayanan kesehatan (medis) yang saat ini tengah membina sarana pelayanan Independen di kawasan desa Rempoah, Baturraden, Banyumas Jawa Tengah, mempunyai obsesi ingin memajukan mutu pelayanan terdepan bagi semua lapisan Masyarakat tanpa kecuali, mengingat keprihatinan saat ini dengan pelayanan medis yang semakin sulit dijangkau oleh masyarakat kecil pada umumnya, saya juga mendedikasikan diri saya didunia pendidikan sebagai pengajar di beberapa institusi pendidikan kesehatan di kota tempat saya bekerja dan kota/negara lain, juga sebagai Konseling dan Motivator di...

Aku meminta, TUHAN menjawab ( edisi lanjutan You are not my doctor anymore, but…)

OPINI | 31 March 2009 | 14:10 1814 22 Nihil

Lima hari kepulangan kerumah barunya Surga Tuhan, Pasienku sekaligus anakku, seorang gadis cilik 12 tahun Astrid Gracia karena sakitnya, masih meninggalkan sejuta kenangan, ya…kamar 9 ruang cempaka kamar yang setiap pagi kudatangi untuk melihat kondisi sakitnya, kini telah terisi oleh pasien baru, entah mengapa aku selalu mengingat semua kenangan bersama gadis cilikku ini, walau sakit yang dideritanya sangat menyiksa fisiknya berupa kanker ganas tulang di daerah siku lengan kirinya, tapi tak pernah satupun kudengar keluhan keluar dari mulut mungilnya, yang salalu kulihat hanya senyuman manis yang tersungging di bibir manisnya, inilah kekagumanku terbesar pada Astrid, walau kutahu betapa sakitnya tulang itu tapi dia selalu menjawab, semuanya baik dok…Astrid sudah sehat, inilah jawaban yang selalu kuterima saat kutanya, gimana sayang, keadaanmu pagi ini ?, ya…sebuah ketabahan dan keikhlasan seorang gadis cilik dalam menjalani percobaan hidup, yang bisa menerima keadaan sakitnya dari sudut pandang yang jarang dilakukan sebagian besar pasien pasienku.

Pagi ini di ruang kerjaku di rumah sakit tiba tiba datang ibunya Astrid dengan diantar oleh susterku,
Selamat pagi dokter Anugra, sapanya dengan ramah…, Eh ibu Friska…selamat pagi juga jawabku seraya menyambut jabatan tangannya, ada yg bisa saya bantu ibu ?, itulah kata kata yg meluncur dari mulutku.
Tidak dokter, kedatangan saya pagi ini ingin mengucapkan banyak terima kasih atas semua kebaikan dokter kepada anak saya Astrid, sesaat saya terdiam sambil menarik nafas dalam untuk menutupi kesedihanku, belum lagi aku berkata, ibu Friska berkata lagi, terima kasih juga karena dokter sudah membebaskan semua biaya pengobatan Astrid yang saya ketahui pagi ini saat ingin menyelesaikan semua administrasi di loket pembayaran, yang saya dapati berupa sebuah kwitansi bertuliskan, semua sudah dibayar lunas, semoga berkenan dengan semua pelayanan kami. terima kasih, ttd administrasi.

Saat itu aku tidak bisa berkata apa apa lagi, hanya bisa melihat pemandangan mengalirnya air mata bening di sudut mata seorang ibu bernama Friska yang telah kehilangan seorang anak yang sangat dia kasihi, dan itu dapat aku rasakan dalam bathinku.

Tiba tiba keheningan ini dikejutkan dengan seruan, dokter ini saya mau memberikan sebuah kenang- kenangan berupa tulisan tangan Asrtrid sendiri, saya mohon dokter berkenan menerimanya dan menyimpanya sebagai ucapan terima kasih dari kami sekeluarga, ya…secarik kertas biru yang bertuliskan ungkapan hati Astrid selama ia dirawat dirumah sakit ini, Isinya :

“Aku meminta, TUHAN menjawab”

Aku meminta kepada Tuhan untuk menyingkirkan penderitaanku, Tuhan menjawab TIDAK, itu bukan untuk Ku singkirkan, tetapi agar engkau mengalahkannya.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menghadirkan kesabaranku, Tuhan menjawab TIDAK, kesabaran adalah hasil dari kesulitan, itu tidak Ku hadiahkan, itu dipelajari.

Aku meminta kepada Tuhan untuk memberiku kebagiaan, Tuhan menjawab TIDAK, Aku memberimu berkah, kebahagiaan adalah tergantung padamu.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menjauhkanku dari penderitaan, Tuhan menjawab TIDAK, penderitaan itu menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat kepada Ku.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menumbuhkan Imanku, Tuhan menjawab TIDAK, kau harus menumbuhkan sendiri, tetapi Aku akan memangkas dan merapikannya untuk membuatmu berubah.

Aku meminta kepada Tuhan untuk memberiku segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup, Tuhan menjawab TIDAK, Aku akan memberimu HIDUP sehingga kau dapat menikmati segala hal.

Aku meminta kepada Tuhan untuk dapat membantuku mengasihi orang lain seperti Tuhan mengasihiku, Tuhan menjawab YA, akhirnya kau bisa mengerti…….

Teruntuk Mamaku Friska, Papaku Frans dan Dokterku dan Ayahku dr. Anugra Martyanto.
dari Astrid Gracia, akhir Maret 2009.

Ini sebuah tulisan maha karya dari goresan tangan mungil dari pasienku sekaligus anakku, buatmu Astrid, dokter dan ayahmu ini tidak akan pernah melupakanmu, biarlah kamu hidup kekal dalam istana hatiku, karena kamu pelita mungil yang akan terus bercahaya dalam hatiku, semua tulisanmu akan ayah simpan baik baik, selamat menempati rumah barumu Astrid sayang di Surga Allah.

Sekian cerita ini, semoga bisa ambil manfaatnya.

Salam sehat dari saya, Dr. Anugra Martyanto di Purwokerto.


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


    CINTA PERTAMA

    Bulan Februari adalah bulan cinta dan kasih sayang. Begitu kurang lebih yang dirayakan banyak orang,


SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012